Metropolis

Dorong Pemerataan Pelestarian Budaya

Radarbekasi.id – Sejauh ini baru empat kecamatan yang mendapatkan alokasi anggaran khusus untuk kegiatan kebudayaan dari Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kota Bekasi.

Keempat wilayah tersebut diantaranya kecamatan Bantargebang, Mustikajaya, Jatiasih dan Pondokmelati. Keempat wilayah memiliki kegiatan budaya yang rutin dihelat tiap tahunnya.

 “Untuk empat kecamatan ini kami menganggarkan sebesar Rp325 juta yang dialokasikan dari APBD. Mudah-mudahan untuk kedepan dapat kita lakukan disemua kecamatan yang ada di Kota Bekasi,” ujar Ahmad Zarkasih, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kota Bekasi saat menghadari Festival Adu Bedug dan Dondang di Mustikajaya (14/7).

Tidak hanya soal anggaran, namun proses pelestarian budaya ditiap kecamatan dinilai menjadi poin penting.

Zarkasih mengatakan, dalam waktu dekat, pihaknya juga akan menggelar acara yang sama di kecamatan jatiasih dan kecamatan pondokmelati. Sebelumnya kegiatan yang sama juga telah dilakukan di Kecamatan Bantargebang.

Di acara adu bedug dan dondang mustikajaya, Zarkasih menjelaskan bahwa kebudayaan dondang merupakan budaya khas warga bekasi seara turun temurun di masyarakat.

Kebudaayaan khas betawi itu mulanya merupakan budaya seserahan seseorang kepada orang tua atau orang yang lebih tua sebagai tanda rasa hormat ketika hendak bersilaturahmi.

Namun, budaya seserahan dondang juga biasa digunakan ketika memberikan seserahan pada pesta pernikahan dari mempelai pria kepada mempelai wanita.

“Artinya dondang itu adalah bawaan warga bekasi dulu kalau dia mau nyorog (seserahan), nyorog ini artinya dia bisa nyorog ke orang tua, mertua, besannya, kalau adu bedug itu memang kebudayaan kita orang Indonesia,” kata Zarkasih

Festival adu bedug dan dondang kecamatan mustikajaya dihelat dengan menampilkan hiasan dondang berisi aneka makanan dan sayuran seperti pisang, buah, ditambah iringan bedug yang mengiri selama festival berlangsung.

Festival tersebut diikuti empat kelurahan yang ada di kecamatan mustikajaya. Masing-masing kelurahan menampilkan stand atau both nya di acara festival tersebut dengan hiasa khas rumah betawi, lengkap dengan sepasang penganting betawi sebagai simbol acara seserahan dondang.

”Jadi setiap kelurahan mengkordinasi wilayahnya masing-masing, mereka secara bersama-sama menghias stand dan terutama dondang mereka, nanti dewan juri akan menilai dondang dan stand kelurahan mana yang paling bagus,” jelas dia

Selain hiasan dondang, masing-masing kelurahan juga menampilkan berbagai pertunjukkan kesenian khas betawi seperti tari topeng, tari langgam bekasi dan masih banyak lagi.

“Jadi kita berharap festival ini terus dilestarikan, mungkin kalau di Jakarta ada namanya lebaran betawi, tapi kalau di bekasi ya ini festival adu bedug dan dondang, kita ingin kedepan ini bisa dijadikan agenda kegiatan rutin tingkat kota bekasi,” tandasnya. (pay)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker