Olahraga

FAJI Kabupaten Terbentur Regulasi

Radarbekasi.id – Adanya aturan setiap atlet harus memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik di Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII 2018 membuat Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Bekasi kesulitan.

 

Cabor yang baru terbentuk dan belum lama mendapat restu dari KONI Kabupaten Bekasi tampil di Porda ini harus mengecek ulang data atlet mereka.

 

Apalagi sejauh ini mereka belum menentukan siapa saja atlet yang akan memperkuat FAJI Kabupaten Bekasi di Porda.

 

Sekretaris Umum Faji, Iwan Setioni mengakui, adanya kendala yang dirasakan setelah munculnya regulasi tersebut.

 

“Terkait hal ini memang kemaren sudah kita bahas bersama pengurus cabang FAJI. Kaitannya dengan edaran, atlet mesti asli Kabupaten Bekasi,” ujarnya pada Radar Bekasi, Selasa (17/7).

 

Selain itu, persiapan TC juga menjadi salah satu bahasan lain yang dilakukan. Pasalnya, kaitan dengan TC, sebagai pengcab baru memang bukan hanya semata anggaran dikeluarkan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni), Kabupaten Bekasi, melainkan sebuah prestasi.

 

“Kita kejar dua medali emas. Mudah- mudahan meskipun kita baru, tetapi tetap menjadi prioritas KONI,” harapnya.

 

Sampai dengan saat ini, FAJI mengklaim sudah  memiliki 32 atlet potensial. Bahkan pihaknya sesumbar dengan kekuatan sekarang, sudah bisa mengungguli wilayah lain, termasuk Kabupaten Bogor.

 

“Orang atau atlet yang sudah ada akan dilakukan pengecekan administrasi lagi. Kalaupun tidak memungkinkan ber KTP bekasi, kemungkinan besar akan dicoret, dan digantikan dengan atlet asli bekasi,”jelasnya

 

Jauh-jauh hari pihaknya sudah melihat potensi atlet asli bekasi di cabang olahraga yang memiliki dasar pembinaan yang sama yaitu Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Bekasi. Atlet yang tidak diikut sertakan di cabor PODSI berpotensi digaet oleh FAJI. Hal itu juga menjadi alternatif jika mereka kesulitan membidik atlet.

 

 

“Dari Pengda (pengurus daerah) Jawa Barat sendiri memang tidak mempersulit mutasi atlet. Tapi kita juga masih memetakan peluang medali nanti,” tandasnya. (dan)

Related Articles

Back to top button