Berita Utama

Satu Balon Kades Mundur

Radarbekasi.id – Salah seorang bakal Calon Kepala Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, memilih mengundurkan diri dari peroses pencalonan saat hari terakhir pendaftaran. Demikian ditegaska panitia Pilkades Setiamekar, Ahmad Ghufron.

Ahmad menerangkan, bahwa satu orang yang mendaftar menjadi bakal calon kepala desa, tidak mengembalikan formulir. Namun, satu orang tersebut malah memberikan surat pengunduran diri sebagai Balon Kades Setiamekar pada hari terakhir pengembaliam formilir kepada panitia Pilkades.

“Alhamdulillah, ketika kami membuka pendaftaran (Balon Kades), mulai tanggal 29 (Juni 2018) sampai tanggal 4 Juli, itu pendaftaran ada enam orang. Dari enam ini, setelah tanggal 4 Juli, kita adakan ferivikasi sampai tanggal 11 Juli. Tanggal 11 Juli, kami adakan rapat panitia, untuk memferivikasi dokumen, dari pada syarat calon untuk mendaftarkan. Dari enam yang mendaftar, Bapak Sukoso (pendaftar Balon Kades tidak mengembalikan formulir),” ungkap Ahmad Ghufron, kepada Radar Bekasi, Selasa (17/7) siang.

Namun, Sukoso, calon pendaftar Balon Kades malah memilih mengundurkan diri menjadi Balon Kades pada hari terakhir pengembalian formulir dengan cara mengajukan surat pengunduran diri ke Panitia Pilkades.

“Sampai tanggal 11 (Juli) siang, (Sukoso) tidak dapat melengkapi persyaratan (Balon Kades). Tetapi, pada tanggal 11 itu juga, Pak Sukoso mengajukan surat pengunduran diri (sebagai calon Kades). Sehingga, pengunduran diri Pak sutoso ini Alhamdulillah, memudahkan panitia,” tambah Ahmad.

Dikatakan Ahmad, setelah seorang munyatakan mundur sebagai Balon Kades, pihak panitia pun segera membuat laporan, berita acara untuk ditembuskan kepada Camat Tambun Selatan hingga ke Bupati Bekasi. “Alhamdulillah, akhir nya kami membuat berita acara laporan kepada Camat dan Bupati. Yang kita daftar ada lima orang jadinya,” tambah Ahmad.

Dikatakan Ahmad, bahwa pada tanggal 22 Juli masing-masing Balon Kades Setiamekar akan melakukan pengundian nomor urut kandidat. Seperti terdahulu, sistem pengundian nomor urut Calon Kades dengan cara nomor diacak dalam sebuah wadah dan masing-masung Calon Kades mengambilnua dan dijadikan sebagai nomor urut Balon Kades menjadi Calon Kades.

“(Tanggal 22 Juli 2018) Sekaligus pengambilan nomor urut calon. Kami undi, walaupun ada teori-teori termasuk ada beberapa calon yang mengusulkan ada interfal persatu jam. Nah itu, kami tetap mengambil (sistem) yang populer saja. Jadi nanti (undian nomor urut) pakai bola ping-pong, dan dimasukan bareng di acak, dan (bola ping-pong yang sudah ada nomor urut) tinggal diambil. Dan bukanya bersama-sama. Itu kan yang populer,” tandasnya. (Cr37)

Related Articles

Back to top button