Berita Utama

Belum Banyak IKM Jualan Daring

Radarbekasi – Jumlah pelaku industri, kecil dan menengah (IKM) di Indonesia yang memasarkan produknya secara daring (online) masih sedikit. Padahal, potensi pasar daring sangat besar.

Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronik, dan Alat Angkut pada Kementrian Perindustrian, Endang Suwartini, mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah IKM secara global di Indonesia sebanyak 4,4 juta. Dari jumlah IKM itu, belum ada 50 persennya yang sudah memasarkan produknya secara daring.

“Masih banyak banget (belum daring,red). Per Juni 2018 saja baru 2.700 IKM yang sudah memasarkan secara daring,” kata Endang saat ditemui di The Evitel Hotel Cibitung, Rabu (18/7).

Menurut Endang, ada beberapa faktor yang mempengaruhi belum banyaknya IKM untuk memasarkan produknya secara daring. Mulai dari kurangnya informasi, dan sosialiasi.

“Tetapi kita cukup optimis, karena mereka juga pasti mendapatkan workshop lain diluar yang kami selenggarakan,” katanya.

Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian terus mendorong kalangan IKM untuk memperluas akses pasarnya secara daring. Sebab, pangsa pasar perdagangan daring atau e-commerce masih luas, mengingat bisa diakses dari seluruh Indonesia.

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 143,26 juta jiwa atau setara 54,68 persen penduduk.

Jumlah tersebut meningkat 10,56 juta jiwa sari survei tahun sebelumnya. “Sudah saatnya produk IKM dikenal masyarakat melalui e-commerce,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Industri pada Dinas Perdagangan dan Industri Kota Bekasi, Titin S, mengatakan dari 149 IKM logam, baru 10 diantaranya yang sudah memasarkan produknya secara daring. Jumlah IKM tersebar di 12 kecamatan di Kota Bekasi, terbanyak berada di kelurahan Bantargebang dan Jakasampurna.

 “Melalui e-Smart IKM ini, kami ingin meningkatkan strategi pemasaran mereka,” kata Titin dalam kesempatan yang sama. (oke)

Related Articles

Back to top button