Berita Utama

Biaya-Biaya di Penjara

Biaya-Biaya di Penjara

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cikarang belum bersih dari pungutan. Sejumlah oknum, baik petugas lapas maupun sesama napi, memasang ‘biaya kehidupan’ kepada para narapidana. Nominalnya mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

Saat Radar Bekasi ke Lapas Cikarang, Rabu (27/7) kemarin, terungkap pungutan sudah dimulai sejak hari pertama napi memasuki sel sempit untuk menjalani vonis pengadilan. Masing-masing sel ada kepala kamar (KM). Satu sel bisa dihuni 20 orang.

Pantauan Radar Bekasi, terlihat sebagian napi sedang beraktivitas di lingkungan lapas. Ada yang bermain kosidah, membuat roti, mencukur rambut, mengurus pakaian, membuat bakso, laundry pakaian, membuat miniatur dari kayu dan lukisan.

Praktik ‘bayar membayar’ diduga dilakukan para kepala kamar. Mereka inilah yang kerap berlagak bak ‘penguasa’. Setiap penghuni baru rata-rata kena palak. Mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Belum lagi palakan setiap minggunya.

Salah satu warga binaan di Lapas Cikarang, NO (buka nama sebenarnya), tidak memungkiri banyak bayaran yang harus dikeluarkan untuk meringankan hari-harinya menjalani kehidupan di dalam sel. ’’Di dalam lapas semuanya bayar bang. Nggak ada yang gratis,’’ ungkapnya.

Dia mengaku harus merogoh kocek Rp3 juta saat pertama masuk lapas. Setiap minggu uang ratusan ribu juga tidak berhenti keluar dari kantongnya. ’’Itu aja satu kamar ada 20 orang. Duitnya masuk ke KM,’’ ceritanya.

Pengakuan serupa dilontarkan Amir (bukan nama sebenarnya). Dia harus menyiapkan dana khusus setiap kali akan menjenguk adiknya di dalam Lapas Cikarang. ’’Tiap minggu harus bayar ke KM. Katanya buat kebutuhan bersama seperti odol dan kebutuhan lainnya,’’ ujar Amir.

Dia juga ingat, pernah diminta sang adik untuk dibawakan uang Rp3 juta. ’’Waktu itu baru masuk. Diminta Rp3 juta. Katanya membayar uang kamar, uang gaul dan yang lainnya. Selain itu juga ada bayaran mingguan sebesar Rp45 ribu,’’ bebernya lagi.

Mereka yang tidak membayar uang di hari pertama itu, siap-siap ‘digulung’. “Kata adik saya, kalau baru-baru masuk enggak bayar bisa digulung (keroyok) bang. Bisa-bisa habis kaki sama tangan (dipukuli),” jelasnya.

Setiap anggota keluarga napi yang akan menjenguk, cerita Amir lagi, harus melewati tiga pintu. Masing-masing dijaga petugas lapas. Tiap pintu diminta uang tip. ’’Satu pintu kena Rp20 ribu. Kalikan saja kalau lewat tiga pintu,’’ cetusnya.

“Itu harus dibayar. Makanya kalau enggak punya duit, mending nggak usah jenguk. Belum lagi pungutan di sel. Kepala kamar minta juga,” tegasnya.

Untuk mengurus Pembebasan Bersyarat (PB) juga harus merogoh kocek. Tidak kurang dari Rp3 juta diminta petugas untuk biaya pengurusan. PB itu berlaku untuk 2/3 masa tahanan. ’’Misalkan 2/3 Januari besok, kalau misalkan tidak diurus bisa sampai tahun 2019 akhir. Artinya tahanan dua tahun 10 bulan, jadi dijalanin setahun enam bulan karena bayar PB. Kalau tidak diurus mutlak kena dua tahun 10 bulan. Kalau tidak bayar. Paling mengandalkan potongan remisi saja,’’ ceritanya.

Terpisah, Kepala Lapas Cikarang Kadek Anton Budiharta menyatakan, tidak ada perlakuan atau fasilitas khusus bagi seluruh tahanan di lapas yang dipimpinnya.

’’Kita perlakukan sama. Tidak ada kamar-kamar khusus atau mewah. Boleh dicek langsung. Perlakuan ini akan kita tetap pertahankan,” tegasnya. (pra)

Related Articles

Back to top button