Cikarang

Anggota BNN Gadungan Peras Warga

Radarbekasi.id – Dua orang anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) gadungan, DG (37) dan W (39) melakukan tindakan pemerasan kepada RK (26), warga Desa Taman Rahayu. Kedua orang pelaku mengancam untuk menangkap RK dengan dugaan penyalahgunaan narkoba.

Mereka selalu membawa senjata api mainan dan borgol dalam beraksi untuk menakut-nakuti korbannya.

Kapolsek Setu, AKP Wahid Key menjelaskan, kejadian bermula ketika RK didatangi kedua pelaku. Kemudian, salah satu pelaku bertanya kapan RK terakhir menggunakan narkoba sambil menunjukkan senjata mainan yang mereka bawa.

Saat itu, kedua pelaku mengaku sebagai anggota BNN. Mereka mengancam akan membawa RK ke rumah sakit untuk dilakukan tes urine. Tapi, dilain sisi, mereka juga menawari korban untuk “menyelesaikan masalah di tempat” dengan memberikan sejumlah uang.

Kemudian, korban melakukan perlawanan. Ia menantang kedua orang itu dan bersedia di bawa ke rumah sakit untuk menjelani tes urine.

Tapi, kedua orang itu kembali menakut-nakutinya dengan senjata mainan dan borgol yang mereka bahwa. Bahkan, korban diancam akan dibawa ke kantor polisi. “Karena takut (dengan ancaman), korban memberi uang sebesar Rp. 400 ribu,” katanya, Kamis (26/7).

Setelah mendapatkan uang dari korbannya, kedua pelaku langsung pergi meninggalkan lokasi tersebut.

Saat pelaku pergi, korban langsung menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Tama Rahayu. Setelah itu langsung dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kemudian, kata Wahid, anggotanya berinisiatif memancing pelaku untuk datang ke lokasi yang disepakati dengan janji akan diberi uang.

Sesampainya di lokasi, pelaku langsung ditangkap petugas. Tapi, saat hendak ditangkap mereka sempat melakukan perlawanan dengan menakut-nakuti petugas menggunakan senjata api mainan. “Untung saja enggak di tembak, karena sempat menakut-nakuitn petugas dengan senjata mainan,” ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 368 tentang pemerasan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Barang bukti yang diamankan di antranya dua pucuk senjata mainan, satu lencana BNN, borgol, dua gawai, lima kartu ATM, satu tas pinggang, dan uang tunai sebesasr Rp. 400 ribu. (pra)

Close