Berita Utama

Penyerapan Anggaran DPUPR Baru Delapan Persen

Radarbekasi.id – Penyerapan anggaran di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi masih rendah. Sebab, memasuki semester kedua tahun 2018, anggaran yang terserap baru sekitar delapan persen dari total anggaran sekitar Rp800 miliar.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha mengakui bahwa saat ini serapan anggaran di Dinas PUPR tergolong rendah.

Dirinya beralasan, yang menjadi penyebab rendahnya penyerapan anggaran ialah karena mayoritas kegiatan yang ada di Dinas PUPR adalah kegiatan fisik. Sehingga, membutuhkan waktu untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

Iman menjelaskan, ada sebanyak 500 kegiatan pembangunan yang ada di dinas tersebut. Diantaranya yakni pembangunan gedung negara seperti gedung pemerintahan dan sekolah, pembangunan jalan dan jembatan, serta pengerjaan pemeliharaan kontruksi.

“Kalau total serapan memang masih rendah yakni sekitar delapan persen, dan dari anggaran Rp800 miliar tersebut juga termasuk pembatalan gedung 16 lantai yang tidak jadi dilaksanakan pada tahun ini. Sehingga sekitar Rp100 miliar yang sudah teranggarkan tidak terserap,” katanya.

Meskipun penyerapan anggaran baru mencapai 8 persen, ia menyatakan sudah ada sekitar 90 persen atau 400 kegiatan yang sudah mulai dilaksanakan.

”Sudah banyak kegiatan yang berjalan. Diantaranya dari 58 sekolah baik tingkat SD dan SMP sudah 90 persen berjalan, jalan jalan yang merupakan tanggung jawab pemerintah daerah juga mulai terlaksana, dan begitu juga pembangunan 23 jembatan juga sudah mulai berjalan,” tuturnya.

Sebagai dinas yang bergerak di bidang fisik, kata dia, merupakan suatu hal yang biasa apabila penyerapan anggaran cenderung rendah pada pertengahan tahun.

Menurut dia, pihaknya lebih mengedepankan percepatan pelaksanaan demi perkembangan pembangunan di Kabupaten Bekasi.

“Kita yakini di akhir tahun kegiatan bisa terlaksana sepenuhnya, karena penagihan untuk meningkatkan serapan anggaran baru bisa direalisasikan setelah pekerjaan fisik dilaksanakan untuk memenuhi administrasi demi menghindari adanya kesalahan dalam penggunaan uang negara,” ujarnya. (and)

Related Articles

Back to top button