Berita Utama

Pj Wali Kota vs Sekda Dibawa ke Bareskrim

Radarbekasi.id – Konflik Pj Wali Kota Ruddy Gandakusumah versus Sekda Rayendra Sukarmadji kian terbuka ke publik. Menyusul laporan polisi yang dibuat Ruddy di Bareskrim Polri, Senin (30/7). Kang Roy, Rayendra begitu biasa disapa, dipolisikan atas dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik.

Laporan itu terkait sempat beredarnya screenshot (tangkapan layar) di grup pejabat Pemkot Bekasi yang berisi Kang Roy bersama dengan kepala SKPD di Kota Bekasi ada pesan yang diduga disampaikan Sekda berisi, “SKPD harus punya prinsip dan nyali untuk mengusir Pj dari bumi Bekasi.” Dan dijawab, “iya” oleh salah satu kepala SKPD.

Ruddy beranggapan, percakapan itu berisi tentang ajakan kepada kepala dinas yang ada di dalam grup tersebut untuk melakukan pembangkangan dengan tidak melaksanakan perintah. Puncaknya, kata Ruddy, adalah dugaan sabotase pelayanan di kelurahan yang ada di Kota Bekasi secara serempak, Jumat (27/7).

Menurut Ruddy, tidak adanya pelayanan di kelurahan merugikan masyarakat. Apalagi, yang melakukan hal itu adalah Aparatur Sipil Negara (ASN).

Atas kejadian itu, Ruddy memutuskan melaporkan masalah tersebut ke polisi karena ingin menjaga marwah jabatan wali kota Bekasi, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan dirinya sendiri sebagai penjabat wali kota.

“Dengan adanya sabotase pelayanan publik yang dilakukan oleh para lurah di Kota Bekasi karena menyangkut masyarakat Kota Bekasi yang seharusnya mendapatkan pelayanan publik merasa dirugikan, saya sebagai Pj Wali Kota Bekasi bertanggungjawab dan hukum harus ditegakkan,” katanya saat ditemui di rumah dinas Pj Wali Kota Bekasi, Senin (30/7).

Ruddy mengaku, dirinya tidak punya kepentingan politik maupun kepentingan ekonomi saat menjabat sebagai Pj Wali Kota. Semata-mata hanya menjalankan tugas negara. Di antaranya menjalankan pelaksanaan Pilkada Serentak, netralitas PNS dan memastikan jalannya pemerintahan.

“Oleh karena itu dengan adanya kejadian yang diduga dilakukan oleh oknum sekda berdampak kepada masyarakat. Saya khawatir masyarakat Kota Bekasi dirugikan. Saya tidak bisa membiarkan hal ini terjadi. Siapa yang harus bertanggungjawab dan siapa dibalik ini semua,” tegasnya.

Mantan Kabiro Humas dan Protokol Pemprov Jabar ini berharap kasus ini diusut tuntas. Dirinya khawatir jika tidak diusut, hal serupa akan terjadi di wilayah lain yang dipimpin penjabat wali kota atau bupati yang ditunjuk oleh Kemendagri.

“Saya khawatir kalau tidak diusut tuntas akan menjadi virus nasional dan mengganggu stabilitas nasional. Karena bisa saja terjadi di daerah lain di Indonesia yang mengikuti jejak ini kalau ada pembiaran. Dan dikhawatirkan adanya pengusiran kepada Pj dan Pjs yang ditunjuk Kemendagri,” tandasnya.

Sementara itu, Sekda Kota Bekasi Rayendra Sukarmadji masih belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi, nomor telepon selulernya tidak aktif. (neo)

Related Articles

Back to top button