Metropolis

Mengunjungi Destinasi Wisata Hutan Bambu

Masuk Gratis, Alternatif Warga Berwisata Murah Meriah

Radarbekasi.id – Sejumlah petugas kebersihan saat usai membersihkan sampah di lokasi wisata hutan bambu. Lokasi ini menjadi alternatif destinasi wisata murah bagi warga.

Bagi warga Kota Bekasi yang ingin mencari tempat untuk sekadar melepas lelah dan mengabiskan waktu dengan suasana alam, bisa mengunjungi hutan bambu yang berada di kelurahan Margahayu. Seperti apa?

Siapa bilang Kota Bekasi tidak memiliki destinasi wisata yang murah meriah. Buktinya, di salah satu sudut kota Bekasi ada hutan bambu yang bisa dijadikan alternative destinasi wisata. Berada di jalan RA Kartini RT 04 RW 26 kelurahan Margahayu kecamatan Bekasi Timur, lokasi tersebut kini mulai ramai dikunjungi warga.

Letak Hutan Bambu mudah di jangkau oleh kendaraan roda dua,  karena harus melintasi  gang perkampungan rumah warga. Bila menggunakan kendaraan roda empat, pengunjung harus berjalan kaki. Jika kita dari arah keluar pintu Tol Bekasi Barat, ambil arah kanan lalu melewati fly over menuju lampu merah Revo Town.

 Jika sudah sampai simpang pekayon,  ambil arah jalan menuju Rawa Panjang lalu belok kiri menuju jalan poncol yang melintasi fly over poncol lalu belok kiri menuju ke bawah jalan fly over. Dari sini lokasi Hutan Bambu tidak jauh.

Tempat lokasi Hutan Bambu memang masuk ke dalam perkampungan warga. Namun, ketika sampai di lokasi Hutan Bambu, mata akan di manjakan dengan pemandangan sungai Bekasi yang bersih dan juga rimbunnya pepohonan bambu.

 Di tempat wisata hutan bambu terdapat saung  terbuat dari bambu yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjug. Jika ingin foto2 atau selfie2 cantik juga ada beberapa spot foto, seperti dermaga cinta. Dengan bentuk hati yang besar , dermaga cinta menjadi pusat perhatian pengunjug. Dermaga ini juga menjadi tempat perahu bersandar terutama jika pengunjung ingin berwisata naik perahu menyusuri kali Bekasi.

Untuk menyewa perahu tersebut ,  hanya bisa di hari sabtu dan minggu. Karean pada har tersebut, perahu tidak digunakan. Sementara pada hari biasanya, perahu digunakan oleh perugan kebersihan untuk membersihakn sampah di sekitar kali.

Tarif  yang di keluarkan untuk menyewa perahu di tentukan dengan jarak yang di tempuh sesuai permintaan pengunjung. Biaya tersebut di gunakan untuk membeli bahan bakar perahu. Biaya masuk untuk ke tempat wisata hutan bambu tidak di tentukan, hanya saja bila pengunjung datang dan menyewa tempat ini untuk acara reuni atau hal lain bisa terkena

biaya sesuai kebutuhan pengunjung.

Biaya tersebut di gunakan untuk kebersihan  renovasi saung – saung bila ada kerusakan. Sayang nya, tempat wisata hutan bambu belum disediakan tempat parkir.  Tempat parkir yang ada hanya sebuah tanah kosong yang berdekatan dengan rumah warga.

Tempat ini memiliki potensi yang dapat terus berkembang menjadi destinasi wisata alam dan budaya yang semakin menarik. Butuh pendampingan dari pemerintah maupun komunitas yang peduli terhadap wisata dan kelestarian alam.

“Ya, sekarang sudah mulai banyak orang datang ke sini.Kami berhawap, pemerintah Kota Bekasi serius menjadikan lokasi ini menjadi objek wisata murah bagi warga,”kata slah seorang penjaga taman hutan bambu, Susanto.

Pria yang bertugas sebagai petuga skebersihan ini mengaku, selama ini yang merawat hutan bambu yakni forum pecinta kali bekasi.”Yang mengelola tempat wisata hutan bambu yaitu Forum Pecinta Kali Bekasi. Pecinta Kali Bekasi ini adalah warga yang tempat tinggalnya dekat dengan tempat wisata hutan bambu yang kerja nya dengan ikhlas untuk membersihkan sampah yang ada di sekitaran sungai hutan Bekasi. “tandasnya. (*)

Related Articles

Back to top button