Pendidikan

Mendengar Cerita Siswa Dampak Sistem Zonasi

Mengubur Impian Masuk ke Sekolah Favorit

Radarbekasi.id – Sejumlah siswa di Kota Bekasi, terpaksa mengubur impiannya bisa masuk ke sekolah favorit, meskipun nilainya mencukupi. Hal ini disebabkan dengan adanya system zonasi. Sehingga, siswa harus mendaftar di sekolah yang dekat dengan rumah.

Seperti yang dialami oleh Cika, siswa kelas X asal SMKN 7 Bekasi . siswa jurusan Akutansi itu itu mengaku tak diterima di sekolah impiannya, meski Nilai Hasil Ujian Nasional (NHUN) mencukupi. Menurutnya, adanya sistem zonasi membuatnya harus mendaftarkan diri di sekolah dekat dengan rumahnya, di jalan Sirojol Munir Kelurahan Jatiasari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Tak mau ikut larut meributkan PPDB yang memberlakukan sistem zonasi, Cika pun tak berkecil hati. Bahkan, ia merasa beruntung karena bisa masuk ke SMKN 7 Bekasi yang memiliki jurusan yang ingin dituju.

“Iya jadi aku masuk SMKN 7 Bekasi ini karena ngga bisa masuk di smkn 1 karna nilai aku kurang beberapa gitu. Padahal NEM aku 29,51. Memang SMKN 1 Bekasi termasuk smk favorite di Bekasi. Aku terhempas karena jarak rumah yang jauh dari SMKN 1 Bekasi. Akhirnya aku memilih SMKN 7 Bekasi yang dekat dengan rumah dan ada jurusan Akuntasi.  Aku masuknya lewat jalur NHUN,”ujarnya.

Cika mengaku masih berharap di SMKN 1 Bekasi, karena sekolah tersebut lebih Bagus ketimbang dengan SMKN 7 Bekasi.  Pasalnya SMKN 7 Bekasi masih baru, selain itu ruang kelas terbatas.

“Sebenernya kalau masalah sekolah unggulan itu bagaimana kreativitas dan kemampuan siswanya. Adanya sistem zonasi PPDB, mungkin hal sangat baik untuk pemerataan pendidikan sekolah bagi sebagian orang. Kalau siswa-siswinya bisa berprestasi di sekolah, bisa membawa nama baik sekolah. Kalau jadi siswa baru, harusnya semangat belajar. Bukan gaya-gayaan bisa bersekolah di sekolah yang bagus,” tutur Cika.

Senada dengan hal tersebut , Saska siswa kelas X di SMKN 9 Bekasi mengakui,  sistem zonasi menghapus dikotomi sekolah pavorit dan yang biasa. Karena calon siswa diperkenankan untuk mendaftar di sekolah terdekat.

Meskipun ia tidak diterima melalui sistem zonasi, Saska mengaku bisa mendaftar melalui jalur unggulan Nilai Hasil Ujian Nasional (NHUN). Siswa yang mendapatkan nem 28,50 itu mengatakan sekolahnya saat ini menampung 70 persen dari jalur PPDB sistem zonasi, dan 50 persen lain dari jalur unggulan dan NHUN.

“Alhamdulillah seneng si kak masuk SMKN 9 Bekasi, soalnya masih ada temen  yang deket dan dikenal. Sekolah di SMKN 9 Bekasi ada enak nya ada engga nya si kak. Dari situasi belajar ataupun secara perekonomian sekolah. Kadang suka keganggu sama suara suara mobil gitu kak. Kalo harga SPP harga perbulan udah seperti harga sekolah swasta. Tapi ya karena mau nuntut ilmu jadinya terima aja sekolah dimana aja kak ya walaupun belum keterima di SMKN 1 Bekasi,”ujar Saska. (*)

Related Articles

Back to top button