Berita Utama

Industri Alat Berat Hadapi Tiga Tantangan

Radarbekasi.id – Industri alat berat di Indonesia tengah dihadapi oleh tiga tantangan. Semua tantangan harus bisa dihadapi untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan pasar.

Managing Director Trakindo, Ali Alhabsyi, mengatakan tantangan pertama yang dihadapi oleh industri alat berat saat ini yakni kaitannya dengan produktivitas. Oleh karena itu, perusahaan harus memiliki cara untuk bisa menurunkan produktivitas.

Semakin mahalnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi tantangan kedua yang dialami oleh industri alat berat. “Harga bahan bakar, semakin hari semakin mahal. Karenanya, bagaimana caranya untuk lebih efisien,” kata Ali.

Tantangan yang terakhir ialah kaitannya dengan biaya pemeliharaan. Dalam hal ini, perusahan dituntut untuk bisa menghadirkan alat berat yang bisa menurunkan biaya pemeliharaan.

“Kami menjawab tantangan ini dengan mempersembahkan alat berat dengan generasi terbaru,” tukasnya.

Sementara itu, Chief Marketing Officer Trakindo, David Freddynanto, mengatakan pasar alat berat secara keseluruhan terus mengalami peningkatan.

“Semester I ini Alhamdulillah performance kita bagus. Intinya kita sebagai salah satu key player untuk heavy equipment di Indonesia. Kita menjadi bagian dari pertumbuhan market dan ingin memastikan leading positioning,” terang David.

Dalam hal sektor yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan pasar alat berat tersebut, General Manager Marketing Forestry, Agriculture & Construction Trakindo, Rozy Andrianto mengatakan, sektor konstruksi dan tambang mendominasi penjualan alat berat. “Konstruksi dan Tambang komposisinya 40:30, sisanya itu sektor lainnya, perhutanan dan perkebunan,” pungkasnya. (oke)

Related Articles

Back to top button