Metropolis

Melirik Bisnis Penjual Bendera

Raup Untung Hingga Ratusan Juta

Radarbekasi.id –Asep Mukhtiali saat menjajakan bendera di jalan Chairil Anwar Bekasi Timur. Dia mengaku, setiap tahunnya bisa memperoleh keuntungan ratusan juta dari jualan bendera saat menjelang HUT RI.

Harga kain yang melonjak tinggi dikeluhkan oleh pedagang bendera dan umbul-umbul, harga kain tahun ini dinilai meroket dibandingkan dengan harga kain tahun lalu terutama menjelang perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI).

Asep Mukhtiali, pedagang bendera dan umbul-umbul yang menggelar dagangannya di bahu jalan Chairil Anwar, depan Ruko Niaga Kalimas Bekasi Timur mengeluhkan meroketnya harga kain sebagai bahan baku bendera dan umbul-umbul . Dia  mengaku menjahit sendiri bendera dan umbu-umbul yang dijualnya, di samping itu juga bekerjasama dengan pihak lain.

“Harga kain sekarang tinggi, dua kali lipat dari biasanya, biasanya Rp170 ribu sekarang Rp340 ribu per yard. Tahun kemarin stabil engga naik, sekarang yang menjulang tinggi. Saya beli sekali turun Rp200 ribu, dua hari tiga hari sekali turun, “ ungkapnya, Jum’at (3/8).

Asep Mukhtiali merupakan seorang guru sekolah dan pesantren di daerah Kabupaten Subang. Selama ia berjualan di Bekasi, Asep mengaku meninggalkan rutinitas mengajarnya untuk digantikan dengan guru yang lain. Selama 2 minggu tinggal di Bekasi dirinya menyewa kontrakan untuk menyimpan persediaan barang, sementara 24 jam dirinya menunggu dagangan yang ia gelar.

Tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana tahun ini perayaan HUT RI berada di bulan yang sama dengan hari raya kurban. Dia mengaku, setiap tahun juga menjual hewan kurban untuk dijajakan menjelang hari raya Idul Adha, namun khusus untuk tahun ini dirinya harus mengorbankan salah satunya.

“ kebetulan saya sekarang libur jual hewan kurban, biasanya saya jual kambing, karena barengan saya pilih ini karena untungnya lebih besar ini. Kalau kambing modal besar untung dibawah ini, kalau ini modal besar untuk juga besar ,“ ungkap laki-laki pendiri Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Kabupaten Subang tersebut.

Bendera, umbul-umbul dan baground yang ia jajakan dihargai bervariasai menurut ukuran dan jenis kain. Untuk bendera berukuran 90cm, ia mematok harga Rp15 ribu sampai dengan Rp20 ribu. Sedangkan  bendera berukuran 120cm ia mematok harga Rp20 sampai dngean Rp25 ribu. Sementara ukuran bendera Rp140 cm ia mematok harga Rp30 sampai Rp 40 ribu dan bendera berukuran 180cm ia jual dengan harga Rp50 sampai Rp75 ribu.

Selain itu baground garuda yang ia pasang berukuran 7 hingga 8 meter ia patok dengan harga Rp300 ribu, baground garuda dengan bahan dasar kain abutai ia patok dengan harga Rp400 hingga Rp450 ribu, sedangkan umbul-umbul ia patok harga Rp20 hingga Rp25 ribu rupiah.

Di Bekasi dirinya memiliki karyawan yang menggelar dagangan serupa di beberapa tempat di antaranya adalah di kawasan kota Bekasi sebaganyak tiga buah dan Tambun, Kabupaten Bekasi satu buah.

“ Pembeli terbesar dari PT, sekali beli bisa Rp5 juta, barusan Rp2,5 juta. Dari modal Rp200 ribu bisa dapat Rp500 ribu, “ tutupnya. (cr38)

Related Articles

Back to top button