Berita Utama

SK Prabowo Bikin Rusuh Gerindra

Radarbekasi.id – Proses perombakan pengurus dan perebutan kursi Ketua DPC Gerindra Kota Bekasi semakin memanas. Menyusul beredar Surat Keputusan (SK) nomor 07-0242/Kpts/DPP-Gerindra/2018 tertanggal 29 Juli 2018 yang mencantumkan ketua baru DPC Gerindra Kota Bekasi R. Eko Setyo Pramono yang ditandatangani Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

Imbas dari beredarnya SK tersebut, ketua DPC Gerindra Kota Bekasi sebelumnya, Ibnu Hajar Tanjung Tanjung beserta 24 pengurus DPC Gerindra menghadap ke Ketua DPD Gerindra Jawa Barat, Mulyadi. Mereka mengadukan adanya SK tersebut.

Ketua DPD Gerindra Jawa Barat, Mulyadi membenarkan jika Tanjung dan sejumlah pengurus mendatanginya. ’’Sehubungan dengan beredarnya SK baru kepengurusan DPC di medsos, maka kepada seluruh kader dihimbau untuk tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan Partai Gerindra dalam bentuk apapun,” katanya.

Mulyadi berjanji mencari solusi terbaik untuk kepentingan partai, setelah mendengar laporan, usul, saran dalam pertemuan dengan Tanjung dan sejumlah pengurus. “Kepada seluruh pengurus dari tingkat DPC sampai ranting diharap tetap bekerja sebagaimana mestinya untuk permasalahan ini akan saya beritahukan dan mengundang kembali pengurus DPC sesegera mungkin setelah bertemu dengan DPP,“ tandasnya.

Sebelumnya, Tanjung sempat menyebut SK tersebut belum final dan hoax. Pernyataan berbeda dilontarkan Sekretaris DPC Gerindra Kota Bekasi yang baru, Tahapan Bambang Sutopo. Anggota DPRD Kota Bekasi ini membenarkan SK yang beredar luas merupakan intruksi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra. “Itu (SK) benar sudah perintah dari DPP,” ucap Bambang.

Bambang menuturkan dirinya baru tahu ada SK tersebut Kamis (2/8) kemarin. Dia pun membenarkan susunan kepengurusan Gerindra Kota Bekasi berdasarkan SK baru tersebut merupakan intruksi DPP. ’’Kami siap menjalankan tugas karena sudah ada perintah DPP,” paparnya.

Namun begitu, kata Bambang, dirinya dan seluruh struktur kepengurusan yang baru akan meminta legalisir SK ke DPD Gerindra Jawa Barat. ’’Kami belum bisa menyampaikan apa-apa. Karena kami harus rapat internal dulu,” kata Bambang sambil menegaskan bahwa dirinya saat ini masih di luar kota menjalankan tugas kedewanan.

Beredar informasi, terbitnya SK Prabowo itu diduga karena gejolak internal partai terkait penetapan caleg di Kota Bekasi. Sejumlah caleg petahana kecewa dengan keputusan DPC Gerindra Kota Bekasi pimpinan Ibnu Hajar Tanjung. Sejak itu terbitlah SK No 07-0242/Kpts/DPP-Gerindra/2018 tertanggal 29 Juli 2018.

Posisi ketua dan sekretaris DPC Gerindra Kota Bekasi pun berubah. Ibnu Hajar Tanjung digantikan oleh R. Eko Setyo Pramono. Sedangkan Boy David Taga diganti oleh Tahapan Bambang Sutopo sebagai sekretaris DPC. Sedangkan posisi Bendahara dipegang Fahmi Jauhari Hudaya. (sar)

Related Articles

Back to top button