Pendidikan

Dorong Kecintaan Mahasiswa Terhadap Budaya

Radarbekasi.id – Menyambut hari jadi  kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73, Mahasiswa Kelas Karyawan Program studi ilmu komunikasi peminatan Public Relations (PR) Universitas Islam ’45’ (UNISMA) Bekasi yang tergabung dalam Fifteen Organizer menyelenggaraakan kegiatan talk show seni dan budaya.

Kegiatan yang doselenggarakan di gedung K Universitas Islam ’45 Bkasi ini,  dihadiri mahasiswa Unisma serta mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi lain yang ada di Kota Bekasi.

Dengan tema  “Culture for Future (Budaya Untuk Masa Depan)”, kegiatan ini diharapkan mampu menggugah kesadara mahasiswa untuk mencintai budaya Indonesia,”Sesuai dengan tema yang diangkat dan menyambut hari jadi HUT RI ke 73,diharapkan teman-teman mahasiswa makin cinta terhadap budaya Indonesia,”kata salah seorang paniti apenyelenggara, Christian.

Acara dibuka Dekan Fakusltas Komunikasi Sastra dan Bahasa Unisma ’45 Bekasi Endang S.Priyatna.  Dalam acara ini menghadirkan pembicara musisi asal Yogyakarta Riosa Oktaf Tiantara Putra. Dia jua merupakan penggiat budaya Indonesia yang dengan keahlian bernyanyinya memperkenalkan budaya Indonesia  hingga ke mancanegara.

Pembicara lainnya yakni  Berdit Zanzabela  dari Gramuda Sabudarta Indonesia, organisasi yang fokus mengampayekan kecintaan pada budaya dan pariwisata Indonesia khususnya kepada generasi muda melalui sosial media dengan membawa visi 3B, yakni Berbudaya, Berwawasan dan Berbudi pekerti luhur.

Ketua prodi Ilmu Komunikasi FKSB Unisma ’45  Bekasi,  Yudha Asmara Dwi Aksa dalam sambutannya mengaku  mengapresiasi kegiatan yang merupakan project mata kuliah Event Organizer Management.

“Kegiatan ini sangat positif, karena dapat meningkatkan kecintaan dan bangga terhadap budaya bangsa. Dan meski panitianya merupakan mahasiswa kelas karyawan, namun kegiatan ini dapat dihelat dengan persiapan yang sangat baik,” pungkasnya.

Sementara itu, ketua paniti apenyelenggara Ramdan berharap, kegiatan tersebut mampu menumbuhkan rasa cita teradap bangsa Indonesia.

“Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wadah penguatan akar budaya Indonesia terhadap derasnya pengaruh budaya-budaya asing yang terus mengalir. Harapan kami,  kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan dan rasa bangga terhadap budaya yang kita miliki,”tandasnya. (tim/mif)

Related Articles

Back to top button