Pendidikan

Persiapan SMK Bhakti Persada Menghadapi Turnamen Futsal

Wakili Kota Bekasi, Perkuat Kemampuan Fisik dan Skill

Radarbekasi.id – SMK Bhakti Persada mewakili Kota Bekasi dalam ajang turnamen futsal yang diselenggarakan di SMAN 91 Jakarta. Seperti apa persiapannya?

Sebanyak 20 tim futsal SMA atau SMK bersaing menjadi yang terbaik dalam kompetisi turnamen di SMAN 91 Jakarta.  SMK Bhakti Persada salah satu sekolah yang mewakili Kota Bekasi untuk Turnamen futsal yang diselenggarakan oleh SMAN 91 Jakarta.

Turnamen tersebut diselenggarakan sebagai kegiatan rutin untuk memajukan futsal di setiap sekolah dan menanamkan serta meningkatkan sikap sportifitas dan kerjasama bagi para siswa.  Selain itu jika seorang siswa sering diikut sertakan dalam sebuah kompetisi akan mengembangkan potensi dan daya saing siswa dalam bidang olahraga terutama olahraga Futsal.

Kotot Hartono, guru Olahraga sekaligus pembina futsal di SMK Bhakti Persada Jatibening mengatakan siswa  selalu antusias dalam mengkuti semua kompetisi futsal dimana pun. Dia mengaku kompetisi futsal hanya untuk mempererat solidaritas antara sesama siswa yang menggemari futsal.

“Hari ini kita di temui oleh sekolah Sultan Agung sangat menyenangkan,  permainanya sangat sportif.  Dan itu yang harus kita tanamkan sportifitas yang tinggi. Dalam beberapa event futsal, makin kesini pemain pemainnya juga semakin bagus. Ke depan kami harap SMK Bhakti Persada bisa merajai dan sukses di olahraga futsal lokal maupun nasional, ” ujarnya.

Menurutnya,  futsal cocok bagi orang Asia yang lincah dan terampil menggunakan lapangan yang tidak terlalu besar. Namun futsal saat ini juga banyak digunakan sebagai embrio pemain sepak bola. Kalau ini diperhatikan serius pefutsal Indonesia bisa maju.

“Di turnamen ini, berharap para pemain muda yang menjadi harapan Indonesia kelah bisa mengambil banyak pengalaman bertanding. Tidak hanya soal ketrampilan, fisik, dan skill, dia inginpara pemain juga mengasah mental bertanding. Karena bermain futsal tidak cukup modal fisik, skill, dan ketrampilan,”lanjutnya.

Kotot menambahkan mental sangat penting dalam sebuah pertandingan. Saya melihat atlet Indonesia masih kalah di situ. Kalau menang berpuas diri dan kalau kalah down. Semoga semua ini bisa menjadi pelajaran dan ke depan kekuatan mental dan karakter sangat penting.

” Satu hal yang mempengaruhi mental bertanding berasal dari pikiran kita sendiri. Oleh karena itu, kita harus senantiasa berpikir positif. Bisa dipahami karena menurut psikologi, pikiran negatif akan memunculkan energi negatif pula, yang tentunya akan menguras tenaga dan psikis. Jangan takut kalah, apalagi kalau lawan tanding masih teman-teman kita sendiri. Itu hanya akan membuang-buang energi saja,” ujarnya.

Dalam setiap bermain atau bertanding futsal, Kotot selalu menyarankan agar tetap fokus kepada permainan. Fokus di sini bisa berarti juga mengendalikan atau menguasai diri sendiri dan sekitar kita. Pikiran yang fokus memang dapat meningkatkan efektivitas pekerjaan kita. Jika dalam hal bermain futsal, maka fokus bisa juga berarti bahwa apa yang kita lakukan akan berdampak positif untuk kita sendiri maupun tim kita.

“Selain itu evaluasi setiap pertandingan usai itu juga sangat penting. Jangan malu untuk sharing kepada teman dan pelatih, tentang kekurangan apa saja yang bisa diperbaiki. Kita juga harus berani berpendapat. Evaluasi juga dapat dilakukan langsung dengan sikap asertif. Jika ada pelatih, tanya kepada pelatih kenapa strategi A yang harus dilakukan? Untuk apa saya melakukan strategi A tersebut? Agar kita tahu manfaat dan tujuan dari instruksi si pelatih,” tutupnya. (*)

Related Articles

Back to top button