Cikarang

Berebut Fasos Fasum

Warga vs SMAN 6 Tambun Selatan

Radarbekasi.id – Warga memprotes petugas satpol PP Kabupaten Bekasi saat proses pengosongan lahan fasos fasum di Perumahan Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin (6/8). Pengosongan lahan fasos fasum itu dilakukan untuk pelebaran gedung sekolah.

Puluhan warga RT 01/13, Perumahan Jatimulya, Kelurahan Jatimulya menolak proses pengosongan lahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) seluas 5.296 meter oleh Pemkab Bekasi. Hal itu dikarenakan perihal penggunaan lahan fasos fasus tersebut masih dalam proese gugatan.

Salah seorang warga, Ibnu Hidayat menyatakan,lahan fasos fasum itu diperuntukan bagi warga setempat dan dicoba direbut secara paksa oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi, dengan tujuan dibangunnya SMAN 6 Tambun selatan.

“Kami warga tidak akan arogan dan anarki, tetapi kita lakukan upaya hukum untuk menunjukan bahwa lahan fasos fasum ini sebetulnya secara hukumnya seperti apa, agar ada kejelasan bagi masyarakat, dan ada kejelasan untuk Pemerintah Kabupaten Bekasi mematuhi segala aturan-aturan yang berlaku, baik itu perda, mentri, maupun peraturan pendidikan,” kata dia kepada Radar Bekasi, Senin (6/8).

Ia menilai pembangunan SMAN 6 Tambun selatan sudah melanggar beberapa peraturan. Yang pertama ialah larangan untuk tidak membangun di bawah tegangan tinggi, dan pihak sekolah bisa menunjukan Izin Mendirikan Bangunan(IMB).

Selanjutnya, kata dia, Bupati Bekasi belum memberikaan surat keputusan untuk fasos fasum tersebut. Bupati, menurut dia, hanya memberikan surat rekomendasi yang di dalamnya disebutkan, bahwa diperbolehkan menggunakan fasos fasum ini untuk SMAN 6, dengan kewajiban pemohon harus membuat sideplan, pemohon harus mengajukan IMB ke Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Anggaran yang digunakan harus APBD.

“Banyak peraturan yang dilanggar, dan warga hanya meminta IMB diperlihatkan kepada warga, apabila IMB bisa diperlihatkan silahkan bangun, jadi keinginan warga sangat simpel, hanya ingin melihat IMB,” jelasnya.

Wakasek Humas SMAN 6 Tambun Selatan,  Ismail  menyatakan, lahan fasos fasum tersebut diperuntukan untuk SMAN 6 Tambun Selatan berdasarkan rekomendasi dari Bupati. “Saya tidak tahu kenapa warga menolak, hanya yang saya dengar warga ingin membangun masjid, padahal masjid yang ada dari sekolah jaraknya 100 meter,” jelasnya.

Ia mengakui bahwa pihaknya belum mengantongi IMB karena masih dalam proses. “Kalau sudah selesai pasti kita kasih tahu warga,” ujarnya.

Ismail menjelaskan, pembangunan SMAN 6 Tambun Selatan merupakan suatu kebutuhan karena  sekolah tersebut kekurangan ruang kelas. Saat ini, pihaknya hanya memiliki 18 ruang kelas dari kebutuhan sebanyak 28 ruang kelas.

“Kita sudah pernah ajak musyawarah, karena bisa saja ada masjid, dan ruang kelas, tinggal desainnya seperti apa, misalkan kelas di bawah, masjid di atas atau sebaliknya, Tetapi mereka menolak, makanya mereka melakukan gugatan,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Bekasi, Hudaya mengatakan, sesuai dengan penunjukan Bupati, lahan fasos fasum diperuntukan bagi SMAN 6 Tambun Selatan. “Yang sekarang kita lakukan pengamanan lahanya, bukan terkait pembangunannya,” sambungnya.(pra)

Related Articles

Back to top button