Olahraga

Mengenal Megayanti, Koordinator Wadon Persikasi

Totalitas Dukung Persikasi, Hingga Dijadikan Koordinator Suporter Perempuan

Radarbekasi.id – Kehadiran suporter perempuan memang lumrah ditemui pada sebuah klub sepakbola ternama tanah air. Kehadiran mereka memberi warna tersendiri diatas tribun. Hal itu juga dijumpai di klub lokal Persikasi Kabupaten Bekasi.

Megayanti Afrilia (17), menjadi sosok yang turut

menggenjot motivasi para pemain Persikasi saat berlaga di Liga 3 Jawa Barat kemarin. Mega sapaan akrabnya, mampu berkontribusi memberikan dukungan bersama perempuan lainnya yang tegabung dalam Wadon Persikasi.

Nama tersebut dibuat Mega sebagai sebutan fans perempuan Persikasi, saat dirinya ditunjuk menjadi koordinator supporter perempuan.

Suporter cantik asal Villa Gading Harapan, Kelurahan Kebalen

Kecamatan Babelan ini mengakui perkembangan suporter lokal saat ini.

Dengan visi dan misi menyatukan perbedaan dan mendukung kemajuan klub lokal mendorong dirinya terjun langsung ditengah supporter yang di dominasi dari kalangan pria tersebut.

Apalagi Persikasi juga berdiri ditengah dua suporter besar pendukung Persib Bandung dan Persija Jakarta.

“Saya juga sebelumnya dari viking, sekarang udah di persikasi fans. Saya merasa nyaman aja disini. Tentu disini, dukungan saya menjadi alternatif bagi warga bekasi untuk pendukung kemajuan sepakbola daerah,” jelasnya.

Perempuan berhijab itu cukup  memiliki militansi sehingga tidak sedikit suporter perempuan merasa aman di bawah panji persikasi.

“Bagi suporter persikasi perempuan, saya membuat nama khusus, yakni, Wadon Persikasi. Ini bagian dari Persikasi Fans juga. Persikasi Fans itu induk,” jelasnya.

Mega merupakan bagian dari perkembangan supporter Persikasi belakangan ini. Meski klub tengah meniti kembali prestasi dari kasta terbawah kompetisi tanah air, namun suporter persikasi terus menunjukan perkembangannya.

“Saya mengenal persikasi tahun 2017 akhir. Tepatnya, saat bulan September lalu. Saat itu, tim porda yang juga merupakan tim persikasi sedang menjalani latihan,” katanya.

Tidak lama, kata dia, ketua suporter menghampiri dan mulai sharing mengenai kondisi tim daerah. Semakin meredupnya persikasi kala itu membuat khawatir para supporter.

“Saya heran juga awalnya, tidak ada tim, tapi suporter ada. Sayapun, mulai menjadi bagian persikasi waktu itu,” katanya.

Semenjak itu Mega termotivasi menggaungkan dan mendorong Persikasi kembali berjaya dari pinggir lapangan dan beberapa aksi nyata dengan melibatkan ratusan supporter perempuan. (bersambung..)

 

 

 

 

Close