Metropolis

Desa Ciantra Penuh Sampah Ilegal

Radarbekasi.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan dinilai tidak peduli dengan kebersihan lingkungan. Hal itu dibuktikan dengan adanya gundukan sampah disejumlah titik jalan desa dan lahan kosong. Seperti misalnya di Jalan Raya Ciantra.

Disepanjang Jalan Raya Ciantra sendiri, ada beberapa titik yang dijadikan tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal oleh masyarakat sejak bertahun-tahun silam. Naasnya, Pemdes Ciantra terkesan tutup mata melihat banyaknya titik dundukan sampah didalam Desa Ciantra. Padahal, sejumlah masyarakat Desa Ciantra sendiri mengaku sudah pernah mengadukan masalah ini ke pihak desa beberapa waktu lalu. Namun hingga kini belum juga ditangani.

Desa Ciantra Penuh Sampah Ilegal

Warga Desa Vila Cikarang, yang berdekatan dengan TPS ilegal mangaku pernah mengadukan permasalahan sampah ke Pemdes setempat. Namun, pihak desa sendiri hanya menerima aduan saja, tanpa melakukan tindakan untuk merelokasi sampah-sampah di Desa Ciantra.

“Kita sudah pernah adukan masalah ini pak ke desa, sekitar setahunan yang lalu. Tapi iya-iya doang (tidak ada realisasinya). Yang ada makin banyak (semakin banyak titik TPS ilegal),” ungkap Abdullah, warga RW 01, Perumahan Vila Cikarang Permai, saat ditemui Radar Bekasi.

Permasalahan di Desa Ciantra juga tak hanya pada sampah, namun juga ketegasan pihak Pemdes Ciantra terhadap banyaknya pengusaha limbah atau barang bekas yang sembarang meletakan limbah-limbahnya disisi jalan dan membuat lalulintas di jalan desa itu tersendat.

“Tambah lagi banyak tuh tukang (pengusaha) rongsok. Kalo lagi nurunin barang (dari truk ke gudang limbang), bongkar muat, udah pasti berenti dulu yang pada lewat. Kan ini mah sempit jalanan,” keluh Abdullah.

Sementara itu, Plt Kepala Desa Ciantra sendiri belum bisa memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai keluhan masyarakat Ciantra. Saat Radar Bekasi mrnyambangi kantor Desa Ciantra untuk meminta penjelasa Plt Kades, sejumlah staff desa memilih bungkam.

“Sekdes nya lagi ngga diruangan nya pak. Mungkin nanti siangan dia baru ada. Untuk masalah pengusaha limbah sendiri, nanti tanyakan saja kebeliau langsung,” ungkap seorang staff desa  kemarin. (Cr37)

Lebihkan

Artikel terkait

Close