Metropolis

Kesehatan Jamu Gendong Diawasi Puskesmas

Radarbekasi.id – UPTD Puskesmas Bojong Rawalumbu  baru saja membentuk Pos Usaha Kesehatan Kerja (UKK) bagi kelompok pengusaha jamu gendong di lingkungannya. Pembentukan Pos UKK ini bertujuan  untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi pelaku usaha.

“Kalau tahun 2017 itu kita pernah membentuk waktu itu membina pabrik boneka ya, karena waktu kita nanya sama owner pabrik nya, ternyata pekerjanya sudah memiliki kartu bpjs, yasudah akhirnya kita belum bisa membentuk, saya juga di Rawalumbu ini baru masuk tahun 2017, “ ungkapnya Kepala Puskesmas (Kapuskes) Bojong  Rawalumbu, Krisandriyani Ratnawati.

Wanita yang akrab disapa dokter Nana tersebut mengungkapkan, pembentukan UKK di lingkungan RW 05 Kelurahan Bojon Rawalumbu tersebut dilakukan berdasarkan telaah masalah yang ada dilingkungan masyarakat oleh Kader Pelayanan  Kesehatan Tradisional (Kesrat) dan Pihak Puskesmas.

Para pengusaha jamu tersebut dinyatakan telah memenuhi persyaratan untuk pembentukan Pos UKK. Mereka merupakan kelompok masyarakat dengan usaha sejenis, kelompok pekerja informal yang tidak memiliki akses kesehatan, terdiri dari 10 hingga 50 pekerja serta memiliki keinginan untuk di bentuk UKK.

Selain itu,  pelayanan preventif yang dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan dan edukasi mengenai permasalahan yang terkait dengan pekerjaan pengsaha jamu gendong tersebut. Rencananya penyuluhan dan kegiatan lainnya akan dilakukan rutin setiap bulan di Pos UKK temu lawak tersebut.

“ Selain memberikan pelayanan kita juga memberikan penyuluhan, memberikan edukasi, kemudian pengenalan penyakit yang mungkin bisa mereka terima dnegan resiko pekerjaan mereka. Tapi di Pos UKK ini bukan hanya pelayanan kesehatan saja karena terintegrasi dengan sector-sektor terkait, mungkin kemarin kan yang hadir ada ketua gabungan pengusaha jamu se Indonesia, “ imbuhya

Ditempat yang sama, penanggung jawab program Pos UKK, Suryati Maria Selfi mengungkapkan Pos UKK ini dapat digunakan sebagai wadah pengusaha jamu gendong dilingkungan Kelurahan Rawa Lumbu untuk mengembangkan bisnis mereka, pasalnya kegiatan ini terintegrasi dengan sector-sektor terkait.

“ Tapi itu juga bisa jadi wadah, wadah nanti bisa datang kesitu balai POM siapa tau mereka punya produk-produk kreatif yang mereka bikin sendiri nanti itu diperiksa sama mereka, nanti itu difasilitasi nanti. Nah begitu juga dari GP Jamu kan mereka terkait dengan itu,“ paparnya.

Dia  menambahkan, para pengusaha Jjamu Gendong ini perlu diberikan pengawasan dan pembinaan, pasalnya ia menilai bahwa produk yangmereka hasilkan dikonsumsi oleh masyarakat dnegan jumlah yang tidak sedikit sehingga hygiene dari produk jamu tersebut perlu diawasi termasuk pengolahan limbah yang dihasilkan.

“Mereka sekarang kalau jualan sudah bilang kemasyarakat, kalau sekarang mereka diawasi oleh Puskesmas. Jadi bisa menambah kepercayaan dari konsumen. Ini bu saya sekarang sudah di awasi oleh Puskesmas “ tuturnya seraya menirukan para penjual jamu gendong. (cr38)

Lebihkan

Artikel terkait

Close