Berita Utama

Sah, Bang Pepen-Tri Tinggal Dilantik

Radarbekasi.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi resmi menetapkan duet Rahmat Effendi-Tri Adhianto sebagai kepala daerah hasil Pilwalkot Bekasi 27 Juni 2018. Penetapan dilakukan menyusul ditolaknya gugatan paslon Nur Supriyanto-Adhy Firdaus oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Penetapan duet kepala daerah usungan Golkar, PPP, PAN, PKB, Hanura, Demokrat dan didukung PDIP, Nasdem dan Perindo itu, dilakukan dalam rapat pleno penetapan oleh KPU yang dihelat di Hotel Santika, Bekasi, Sabtu (11/8). Uniknya, selain Rahmat Effendi dan Tri Adhianto yang hadir dalam kesempatan itu, hadir pula rivalnya, Nur Supriyanto minus Adhy Firdaus.

’’Penetapan ini setelah KPU menerima hasil putusan MK yang tidak dapat menerima permohonan gugatan paslon nomor 2, berdasarkan Rapat Permusyawarahan Hakim (RPH) Mahkamah Konstitusi yang diikuti oleh sembilan hakim,” kata Komisioner KPU Nurul Sumarheni.

Sah, Bang Pepen-Tri Tinggal Dilantik
TERPILIH: Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih periode 2018-2023, Rahmat Effendi-Tri Adhianto usai penetapan pemenang Pilwalkot Bekasi 2018 oleh KPU Kota Bekasi, Sabtu (11/8).

Menurutnya, paslon nomor satu Rahmat Effendi – Tri Adhianto ditetapkan sebagai paslon pemenang di Pilwalkot Bekasi 2018, dengan perolehan suara terbanyak, yakni 697.634 suara. Sementara, paslon nomor dua, Nur Supriyanto – Adhy Firdaus hanya memperoleh 335.900 suara.

’’Selisih perolehan suara ini juga yang menjadi keputusan MK untuk tidak menerima gugatan paslon dua. Sebab syarat permohonan dapat diterima sesuai UU, jika selisih perolehan suaranya berbanding satu persen,” jelas Nurul.

Lebih lanjut, Nurul menyebutkan, keputusan KPU dalam menetapkan paslon pemenang di Pilwalkot Bekasi 2018 telah memiliki kekuatan hukum tetap. Dengan demikian, paslon petahana Rahmat Effendi-Tri Adhianto pun sudah dipastikan menjadi pemimpin Kota Bekasi lima tahun ke depan.

’’Hasil keputusan ini sudah memiliki kekuatan hukum tetap. Jadi, paslon terpilih tinggal menunggu jadwal dari pelantikan saja, pada 20 September 2018 mendatang, untuk menjadi wali kota dan wakil wali kota Bekasi periode 2018-2023,” tandas Nurul.

Rahmat Effendi ketika diminta tanggapannya mengatakan dari jauh hari sudah optimis jika semua akan berjalan sebagaimana mestinya. ’’Tinggal dilantik saya bersama Mas Tri. Kami akan menjalankan roda pemerintahan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk warga Kota Bekasi,’’ jawab pria yang akrab disapa Bang Pepen itu singkat.

Tri Adhianto menambahkan, Rahmat Effendi dan dirinya telah menyusun program 100 hari kerja. Tercatat ada empat program unggulan yang bakal diterapkan pasca pelantikannya pada 20 September 2018 mendatang.

Keempat program itu adalah perluasan mal pelayanan publik (MPP), pemisahan aset PDAM Tirta Bhagasasi dengan Kabupaten Bekasi, menjalin interaksi tata ruang dengan Provinsi Jawa Barat dan pembentukan badan usaha baru dalam mengelola sampah dan pasar.

’’Keempat program unggulan ini dibuat karena bersentuhan langsung dengan masyarakat,’’ ungkapnya.

Sementara, Nur Supriyanto yang merupakan rival Rahmat Effendi – Tri Adhianto, mengatakan menerima hasil keputusan MK tersebut. ’’Ini hasil proses demokrasi. Semoga Kota Bekasi ke depan lebih baik,’’ tandasnya. (sar)

Related Articles

Back to top button