Cikarang

Pembebasan Lahan Diklaim Capai 61 Persen

Pembangunan Tol Cimaci

Radarbekasi.id – Pembebasan lahan untuk Pembangunan Tol Cimanggis Cibitung (Cimaci) diklaim sudah mencapai 61 persen. Saat ini, pembangunan sudah mulai berjalan meskipun proses pembayaran ganti rugi pembebasan lahannya belum selesai.

Kepala Seksi Pengadaan Tanah pada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi, Agus Susanto menerangkan, Kabupaten Bekasi menjadi salah satu wilayah yang lahannya paling banyak digunakan untuk Tol Cimaci.

Kata dia, tol tersebut bakal melintas di delapan desa yang ada di Kecamatan Setu dan Cikarang Barat. Berdasarkan hasil pemetaan, ada sekitar 2.500 bidang yang bakal digunakan untuk pembangunan tol.

“Hingga hari ini, dari sekitar 2.500 bidang sudah 61 persen yang telah dibebaskan, rata-rata berada di Setu,” katanya.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi, Deni Santo menerangkan, pembebasan lahan masih terus dilakukan. Ada beberapa hal yang menyebabkan pembebasan lahan belum selesai.

Diantaranya, kata dia, terdapat bidang tanah yang dimiliki lebih dari satu orang.  Selain itu, banyak masyarakat yang tidak ingin lahannya dibebaskan dengan alasan tertentu.

“Masalah pembebasan lahan itu di lapangannya perlu kehati-hatian terkait pemiliknya. Sebagai contoh, di Desa Mekarwangi ini, dari pemetaan awal itu ada 242 bidang, tapi saat verifikasi di lapangan bertambah menjadi 301 bidang. Ternyata satu bidang banyak yang dipecah kepemilikannya,” kata dia.

Untuk percepatan pengadaan lahan, pihaknya tengah fokus pada musyarawah dengan warga pemilik lahan. Supaya, nilai ganti rugi dapat segera disepakati.

“Kami kini tengah melakukan percepatan. Karena selain Tol Cimaci ini, kami tengah mengejar pembebasan lahan untuk Tol Cibitung-Cilincing dan juga Kereta Cepat Jakarta-Bandung,”ujarnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Tol pada Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Chairul mengatakan, pembangunan dilakukan untuk mengurai kemacetan di persimpangan Tol Cikampek dan Tol Jagorawi.

Tol yang menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Bekasi ini memiliki panjang 26,3 kilometer. Seksi I pembangunan telah dilakukan sepanjang 3,5 kilometer. Sedangkan sisanya, 22,8 kilometer, dikerjakan pada seksi II dengan melintasi Depok, Kota dan Kabupaten Bekasi.

Di Kabupaten Bekasi, kata dia, pembangunan fisik tol telah dilakukan di empat titik yakni di Desa Taman Rahayu, Desa Lubangbuaya, Desa Burangkeng dan Desa Cijengkol. Keseluruhan titik tersebut berada di Kecamatan Setu.

“Sesuai rencana, setelah dilakukan pemerataan, konstruksi mulai berjalan. Itu pun diterapkan di titik lainnya, jika pembebasan lahan telah mencapai 70 persen maka pembangunan bisa dilakukan. Sesuai target, 2019 Tol Cimaci bisa beroperasi,” imbuhnya. (and)

Related Articles

Back to top button