Metropolis

Puluhan Hektar Sawah Kekerigan

Radarbekasi.id – Puluhan hektar sawah yang tersebar di empat desa di Kecamatan Pebayuran, terancam gagal panen. Hal itu disebabkan lantaran kurangnya pasokan air dari saluran sekunder (SS). Tokoh masyarakat Kecamatan Pebayuran, Muhammad Asdi mengatakan, kekeringan yang melanda empat desa antara lain, Desa Sumbereja, Sumberurip, Karang Segar dan Desa Karang Harja, Kecamatan Pebayuran.

“Hampir semua ngerasain (mengalami) kekeringan. Saat ini baru beberapa persen saja yang sudah menanam padi di sawah, yaitu petani yang memiliki lahan di daerah sekitar irigasi, itu pun lahan yang dekat dengan hulu irigasi,” kata Asdi, Senin (12/8) kemarin.

Akibat kekeringan tersebut, kata Asdi, dampaknya terjadi pada masa tanam. Mestinya, para petani diwilayah setempat sudah mulai tanam padi, dan bisa dipanen dalam waktu tiga bulan kedepan. Namun kali ini, sawah-sawah milik petani terancam ‘molor’ panen.

“Nggak bisa panen (mundur waktu panen) mereka. Misalnya, dia udah tanem, sekitar November-Desember udah bisa panen. Kan kalo sekarang belok nanem, kapan bisa panen,” imbuhnya.

Hal itu dibenarkan oleh seorang petani. Nting, salah seorang penggarap sawah milik tetangga nya mengaku belum bisa melakukan aktivitasnya seperti biasa. Nting terpaksa harus mendapatkam upah dari pemilik sawah lebih lama, ketimbang masa tanam sebelumnya.

“Kalo kita (petani) mah cuma nanemin disawah tetangga. Harusnya kita mah udah dapet upah dari pesawah. Lah ini ora pisan (tidak mendapat upah),” kata Nting dengan nada khas Pebayuran.

Nting dan sejumlah petani lainnya berharap, agar pemerintah setempat bisa membantu menyelesaikan persoalan kekeringan yang saat ini melanda masyarakat khususnya para petani diwilayah Kecamatan Pebayuran. Karena jika tidak diperhatikan secara intensiv, para pemilik sawah dan penggarap pum terancam tak memiliki masukan. (Cr37)

Related Articles

Back to top button