Politik

KPU Sosialisasi Pemutakhiran Data

Radarbekasi.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi melakukan sosialisasi terkait pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih untuk Pemilu tahun 2019 di Hotel Horison Bekasi, Bekasi Selatan, Selasa (14/8).

 Sosialisasi menyusul rencana penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) tingkat Kota Bekasi, baik untuk Pemilihan Legislatif maupun Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 nanti.

 “Sosialisasi ini untuk meningkatkan partisipasi masyarakat terkait dengan daftar pemilih. Dalam acara kita melibatkan stakeholder terkait, ada dari partai politik, maupun Disdukcapil sebagai pendata calon pemilih,” ungkap Komisioner KPU Kota Bekasi, Nurul Sumarheni.

 Nurul menerangkan, penetapan DPT akan dilakukan 21 Agustus mendatang. Karena tidak ada lagi proses pencoklitan, maka KPU mengacu jumlah DPT berdasarkan hasil Pilkada 2018. “Sementara DPT di kisaran angka 1,4 juta pemilih,” katanya.

 Namun, jumlah DPT akan terus diperbaharui seiring dengan laporan masyarakat yang namanya belum tercantum dalam DPT yang dapat diakses melalui Sistem Indivasi Data Pemilih (Sidalih) pada laman resmi KPU RI.

 “Penambahan juga masih bisa dilakukan sampai hari H pemilihan. Jadi masyarakat diharapkan melapor kalau namanya belum tercantum,” pungkas Nurul.

Ketua KPU Kota Bekasi, Ucu Asmara Sandi meminta kepada seluruh peserta Pemilu 2019 untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar menggunakan hak pilihnya dengan baik.

Ucu ingin hak suara yang diberikan nantinya bermakna bagi nasib Indonesia ke depannya.

“Mereka selaku pemilik konstituennya ingatkan pada konstituennya gunakan hak pilih Anda, bukan hanya menggunakan saja, tapi gunakan dengan benar. Sehingga energi Anda untuk menggunakan hak pilih jadi bermakna dan bermanfaat,” katanya.

Ia menyatakan pihaknya akan meningkatkan sosialisasi pencoblosan Pemilu 2019 ke masyarakat. Ia tak ingin hak suara pemilih menjadi sia-sia pada saat pemilihan nanti.

“Nah, edukasi terhadap mereka tentang menjaga supaya hak pilih mereka sah, mereka sudah susah-susah ke TPS, mereka mengikuti kegiatan kampanye untuk memilih dengan baik, tapi karena tak paham menggunakan surat suara dengan baik, suaranya menjadi sia-sia,” kata dia.

“Tentu kegiatan sosialisasi kita lakukan secara baik. Kuantitasnya kalau bisa ditingkatkan,” lanjutnya. (sar)

Related Articles

Back to top button