Cikarang

Hari Jadi Diwarnai Demo Mahasiswa

Radarbekasi.id – Hari jadi Kabupaten Bekasi diwarnai aksi saling dorong antara anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan para mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa peduli Kabupaten Bekasi, Rabu (15/8). Aksi saling dorong itu menyebabkan pagar Pemkab Bekasi roboh.

Pantauan Radar Bekasi, aksi saling dorong itu disebabkan karena para mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi dihalangi anggota Satpol PP Kabupaten Bekasi. Meski demikian, aksi tersebut tetap berjalan dengan kondusif.

Koordinasi Lapangan (Korlap) aksi, Jaelani Nurseha mengatakan, aksi tersebut dilakukan karena pihaknya menilai kepala daerah Kabupaten Bekasi kurang berpihak pada kepentingan publik. Selain itu, berdasarkan survey tentang yang dilakukan pihaknya melalu media sosial, sekitar 70 persen menyatakan kurang puas.

Ada sejumlah tuntutan yang disampaikan pihaknya dalam aksi unjuk rasa tersebut. Diantaranya, menuntut keterbukaan informasi publik dari Pemkab Bekasi secara utuh. Mereka juga menyayangkan tidak adanya sarana komunikasi yang aktif dan terintegrasi antara rakyat dengan pejabat, antara masyarakat dengan pemerintah daerah ataupun juga dengan instansi lain seperti nomor pengaduan center.

Mereka juga meminta supaya ada acara coffe morning setiap minggunya antara bupati/wakil bupati dengan elemen masyarakat seperti LSM, ORMAS dan organisasi lainnya yang jumlahnya mencapai ratusan. Pihaknya menilai bahwa dengan adanya kegiatan coffe morning, maka masayrakat bisa berpartisipasi aktif dalam pembangunan di Kabupaten Bekasi.

Kemudian, mahasiswa juga mengkritisi kepala daerah kareana tidak tegas dalam menjalankan amanat peraturan dan perundang-undangan  dan menindak tegas anak buahnya yang lalai dalam kerjanya seperti budaya titip absen.

Selanjutnya, mereka juga menyayangkan masih banyaknya titik-titik banjir, kekeringan di musim kemarau serta tidak maksimalnya pelayanan PDAM dan masih adanya kelas-kelas di sekolah dasar yang tidak memiliki bangku dan meja (mebeleur), ratusan ribu angka kemiskinan.

“Kami tidak ada niat untuk mengganggu masa kepemimpinan yang terhormat bu Neneng selaku kepala daerah diperiode keduanya. Melainkan untuk bisa mementingkan rakyatnya, dan kurangilah menghadiri kegiatan seremonial. Melainkan untuk rajin turun ke lapangan melihat masyarakat serta kegiatan yang dilaksanakan oleh anak buahnya,”ujarnya memberikan pendapat.

“Kami sangat jarang sekali, ada kegiatan bupati dan wakil bupati di media sosial berdialog dengan masyarakat. Oleh sebab itu kita usulkan untuk melaksanakan program solat subuh keliling sebagai wadah mendengarkan aspirasi masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, PLH Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Jejen Sayuti, mengapresiasi adanya usulan mahasiswa terkait dengan Salat Subuh mahasiswa melalui penyampaian aspirasi dimuka umum. Menurutnya, mahasiswa itu bagian dari masyarakat yang ingin merasakan kebijakan – kebijakan Pemkab Bekasi untuk kepentingan masyarakat.

Jejen mengaku akan membahas kritik dan masukkan dari mahasiswa di dalam rapat pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi untuk ditindaklanjuti bersama Pemkab Bekasi.

“Saya harap usulan adanya Salat Subuh berjamaah bisa direalisasikan sebagai wadah Pemkab Bekasi berdialog dengan masyarakat untuk mendengarkan aspirasi untuk ditindaklanjuti,”tuturnya.(and)

Related Articles

Back to top button