Berita Utama

Panjat ‘Pisang’ Lebih Meriah

Radarbekasi.id – “ Ayooo…. Ayoo…. Yahhhhhhh… “ begitulah teriakan mwarga  yang hadir menonton perlombaan panjat pohon pisang di lingkungan RT 06 RW 05 kelurahan Bojong Rawalumbu, kemarin. Meskipun saat ini tanah tersebut sudah bukan merupakan milik warga sekitar, namun selagi belum dimanfaatkan oleh pemiliknya warga bebas untuk berktifitas dilingkungan tersebut.

Jika umumnya warga mengadaan loa panjat pinang, namun di lingkungan RT 06 RW 05 ini menggunakan batang pisang sebagai media perlombaan..Meskipun dengan batangpisang, namun tidakkalah meriah seperti batang pinang.

Belasan remaja berusia sekitar 15 tahun membentuk tim untuk menaklukkan pohon pisang yang sudah dilumuri oli,  sehingga menciptakan tantangan tersendiri bagi peserta perlombaan untuk mencapai puncak pohon dan meraih berbagai hadiah yang disediakan.

“Pakai pohon pisang karena untuk anak-anak jadi supaya tidak terlalu beresiko, sudah dua tahun ini kita berjalan. Untuk saweran warga nanti kita bagikan kepada seluruh peserta lomba, “ ungkap Puguh Wijayanto, Humas Karang Taruna RW 05, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Jum’at (17/8).

Berbagai macam hadiah tergantung dan berharap anak-anak tersebut dapat meraih mereka, diantara hadiah tersebut terlihat baju, berbagai macam minuman kemasan, makanan ringan, mie instan hingga peralatan rumah tangga.

Berkali-kali peserta lomba hampir mencapai puncak, namun apa daya siraman air panitia harus mengganggu konsentrasi mereka hingga kembali jatuh, kondisi tanah yang bercampur air menambah kesulitan peserta terutama mereka yang menjadi pondasi paling bawah pasalnya tanah yang bercampur air tentunya licin bagi kaki mereka.

“Kita pernah pake paralon, dulu aja gak dapet-dapet kok yang pendek. Karena paralon itu lebih sulit, kalo pinang kan ada seratnya jadi agak peret, tapi paraon kan gak ada,”sambung  ketua RT 06, Runang yang sedang asik menikmati warganya berlomba di hari kemerdekaan Indonesia.

Tinggi pohon pisang yang harus dihadapi oleh para peserta sekitar 5 meter dari atas permukaan tanah, sementara masing-masing tim berjumlah 3 orang. Berkali-kali naik, namun jatuh dalam waktu yang telah di berikan untuk masing-masing tim, begitulah pemandangan sepanjang perlombaan.

Dikira  pengaruh oli yang ada di batang pisang sudah mulai berkurang, ternyata panitia sudah menggantung oli dibagian puncak pohon sehingga ketika pengaruh licin yang dihasilkan oleh oli sudah berkurang panitia menusuk kantung oli yang dengan otomatis akan kembali melaburi batang pisang, dan akhirnya kembali para peserta jatuh ketanah.

Karang taruna unit RT memang sengaja menyiapkan berbagai lomba untuk masyarakat sekitar sebagai tempat mencurahkan kebahagiaan di hari kemerdekaan dalam dua tahun terakhir,”Dimasing-masing RT melaksanakan kegiatan lomba seperti ini, ada 6 rt di sini salah satunya di RT 4 langsung dangdutan hari ini, “ ungkap ketua karang taruna unit RW 05, Andre Wijaya.  (cr38)

Related Articles

Back to top button