Berita Utama

Awas Tiket Palsu Asian Games

Radarbekasi.id – Anda yang ngebet ingin menyaksikan Timnas Indonesia berlaga di Asian Games, jangan sekali-kali tergoda membeli tiket yang ditawarkan oleh para calo. Bukannya menyaksikan tim kesayangan berlaga, Anda malah bisa masuk bui.

Ini juga yang dialami delapan orang pembeli ‘tiket’ Asian Games laga Indonesia versus Laos pada Jumat (17/8) yang ditawarkan para calo. Sebanyak 15 calo yang menjual tiket abal-abal itupun digulung aparat kepolisian.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto menyatakan, belasan calo itu ditangkap saat beroperasi di sekitar Stadion Patriot Candrabhaga sejak Jumat (17/8) siang hingga malam hari. “Bahkan pertandingan masih berlangsung, masih kita temukan ada beberapa calo yang bisa kita amankan,” katanya, Sabtu (18/8).

Harga tiket yang mereka tawarkan dua kali lipat dari harga resmi. Untuk satu tiket kategori B, dari harga resmi Rp75 ribu mereka jual dengan harga Rp150 sampai Rp200 ribu. Begitu juga dengan harga tiket aspal (asli tapi palsu).

Dari tangan para calo, polisi mengamankan rata-rata sepuluh tiket. Mereka mendapatkannya dengan cara mengantre kemudian menitip ke penonton lain yang juga sedang antre. “Dia (calo) beli tiga (tiket), lalu sisanya dia nitip kepada orang-orang yang ada didepannya,” paparnya.

Tiket Aspal

Terkait dengan tiket aspal, para penjual membuatnya dengan menggabungkan tiket yang barcode-nya telah dirobek dengan potongan robekan barcode dari tiket lain.

Alhasil, delapan orang penonton yang menggunakan tiket itu diamankan setelah didapati panitia yang melakukan pemeriksaan tiket.

“Delapan (orang) itu (diduga) melakukan penipuan dengan cara tiketnya digabungkan. Kan ini barcode, disobek. Nah itu diambil lalu digabungkan dengan tiket yang sudah disobek,” tuturnya.

Disinggung apakah ada keterlibatan ‘orang dalam’ pada pembuatan tiket aspal yang menyediakan robekan tiket maupun potongan barcode, Ia membantahnya. Walaupun diketahui bahwa potongan barcode yang dirobek pada tiket sedianya tidak dibuang di luar pengamanan pihak-pihak terkait.

Sejauh ini, pihaknya belum menemukan indikasi keterlibatan panitia dalam hal tersebut. “Tidak ada (keterlibatan), karena justru karena kejelian panitia ini bisa terungkap, walaupun ada beberapa hal yang perlu kita tanyakan, ini yang kita dalami,” katanya.

“Misalnya, ada informasi bahwa malam itu ada beberapa orang yang meminta sobekan yang panjang,  saya tidak sebut panitia, tapi ada beberapa orang minta sobekan untuk dijual lagi, mungkin ya itu, masih kita selidiki,” sambung Indarto.

Menurut Indarto, orang – orang yang ditangkap itu masih berstatus sebagai saksi. Pihak kepolisian akan melakukan gelar perkara bersama dengan panitia.

Sebanyak 23 orang itu terancam dikenakan pasal 378 tentang penipuan. “Dari situ (gelar perkara) nanti kita putuskan apakah cukup alat bukti untuk mengenakan pasal-pasal yang kita duga, kalau cukup kita lakukan penahanan,” katanya.

Diketahui bahwa, habisnya tiket kategori B pada laga Indonesia kontra Laos sempat membuat suasana memanas antara petugas keamanan dengan ribuan penonton yang tidak kebagian tiket.

Mereka sempat berteriak di depan loket tiket. Setelah itu, pihak kepolisian mengamankan sejumlah orang diduga calo.

Di loket pintu utara, pagar yang ada dibobol oleh penonton yang tetap bertahan hingga sore hari untuk dapat membeli tiket padahal tiket sudah habis terjual. (neo)

Close