Olahraga

Tidak Ada Perubahan Strategi

Radarbekasi.id – Skuat Timnas Indonesia U-23 mulai Rabu (22/8) sudah fokus mempersiapkan diri menghadapi Uni Emirat Arab (UEA) di babak 16 besar Asian Games 2018. Sebelumnya, Selasa (21/8), Hansamu Yama dkk mendapatkan waktu refreshing sehari yang diberikan oleh tim pelatih.

Masih ada waktu dua hari tersisa sampai Indonesia bertanding di Stadion Wibawa Mukti pada Jumat (24/8) mendatang. Waktu ini dimaksimalkan betul oleh Pelatih Luis Milla Aspas untuk menggenjot permainan skuat Garuda.

Timnas memastikan bakal tetap memainkan strategi yang sama alias copy paste dengan saat menghajar Hong Kong 3-1 pada 19 Agustus lalu di Bekasi.

“Mainnya, ya, hampir sama saat melawan Hong Kong karena mereka juga punya pemain yang relatif tinggi-tinggi,” ungkap Bima dalam sesi latihan di lapangan ABC Senayan.

Karena itulah, dia belum memastikan apakah akan melakukan rotasi atau tidak. Pasalnya, dia ingin melihat sejauh mana kondisi pemain-pemain yang menjadi starter dalam laga di Patriot, pekan lalu.

“Untuk rotasai, kami lihat dulu bagaimana dulu kondisi pemain kami. Masih ada satu latihan lagi besok,” tegasnya.

Timnas Indonesia U-23 sebagai juara grup A Asian Games 2018 akan menghadapi peringkat ketiga grup C Uni Emirat Arab(UEA) di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, 24 Agustus. Meski begitu, pelatih Luis Milla memutuskan tetap tinggal di Bekasi.

Ya, selama fase grup, karena bermain di Stadion Patriot, Bekasi, Indonesia U-23 memilih menginap di daerah terdekat. Mereka juga menjalani latihan di Lapangan ABC, Senayan. Sekarang mereka bermain di Cikarang yang jarak tempuhnya sekitar 1,5 jam dari penginapan.

Menurut Media Officer PSSI Bandung Saputra, Milla tidak ingin konsentrasi pasukannya terganggu karena berkemas pindah penginapan. Mereka sudah nyaman tinggal di daerah Bekasi.

’’Lapangan di sekitar Cikarang juga kurang bagus. Jadi, Milla berani berangkat pertandingan beberapa jam di jalan, ketimbang harus pindah ke Cikarang,’’ paparnya.

Alasan lainnya, tidak pindahnya lokasi penginapan juga dikarenakan tempat latihan Hansamu Yama dkk selama ini tidak terlalu jauh. Lapangan ABC, Senayan, cukup rasional jarak tempuhnya.

’’Kalau pindah ke Cikarang, malah lebih jauh ke Lapangan ABC. Jadi Milla ingin tetap di Bekasi,’’ lanjutnya.

Selain itu, Indonesia U-23 juga tidak akan melakukan official training di Stadion Wibawa Mukti sehari sebelum kickoff. Mereka memilih langsung datang ke Cikarang saat bertanding dengan UEA.

”Sudah pernah main di Wibawa Mukti. Jadi, Milla berpikir pemain sudah kenal karakteristik lapangannya,’’ jelasnya.

Sementara itu, kemarin Garuda Muda diliburkan dari latihan. Skuad beristirahat total tanpa kegiatan sepanjang hari. Pemain juga diminta agar tidak melakukan aktivitas fisik yang berat agar cepat pulih pada kondisi terbaiknya.

Ketika pemain diminta beristirahat, staf pelatih menghabiskan banyak waktu untuk menganalisa permainan lawan melalui video-video pertandingan. Harapannya bisa menemukan celah untuk mengatasi UEA.

’’Kami akan maksimalkan waktu yang ada untuk melawan Uni Emirat Arab. Termasuk strategi dan fisik pemain,’’ kata Milla.

Kalau memperhatikan performa selama Asian Games 2018, UEA terhitung belum terlalu istimewa. Tergabung dalam grup C, mereka bisa lolos karena tiga poin dari satu kemenangan atas Timor Leste 4-1 (16/8). Dalam dua pertandingan lainnya, UEA kalah oleh Syria 0-1 (14/8) dan 1-2 oleh Tiongkok (19/8).

Selain itu, sebelum berangkat ke Asian Games 2018, mereka juga takluk 0-2 dalam uji tanding melawan Malaysia di Stadion Shah Alam (10/8). Dengan performa seperti itu, Indonesia U-23 punya kans untuk mengatasi mereka. (rid/ham)

Related Articles

Back to top button