Metropolis

Mengintip Nilai Investasi Kota Bekasi

Terus Meningkat, Tertinggi Tahun 2017

Radarbekasi.id – Pemerintah Kota Bekasi mencatat nilai investasi pengusaha di wilayah setempat terus mencapai target dalam lima tahun terakhir. Seperti apa?

Pembangunan di Kota Bekasi terus berkembang pesat. Hal ini dibuktikan dengan nilai investasi yang terus meningkat. Bahkan, pada 2017 nilai investasinya dua kali lipat lebih dari yang ditargetkan senilai Rp6,5 triliun.

“Artinya, investor mempunyai kepercayaan untuk berinvestasi,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Bekasi, Lintong Ambarita, Jumat (24/8/2018).

Instansinya mencatat pada 2013 realisasi investasi mencapai Rp5,1 triliun dengan target Rp4,4 triliun, pada 2014 investor menanamkan modalnya Rp5,4 triliun.Pada 2015 Rp6,7 triliun, pada 2016 Rp8,6 triliun, dan pada 2017 realisasi mencapai Rp14,1 triliun.“Paling tinggi tahun lalu, padahal target hanya Rp7,1 triliun,” ujar Lintong.

Menurut Lintong, pada 2018 pihaknya menargetkan investor menanamkan modalnya Rp7,1 triliun.Namun, baru akhir semester kedua 2018, nilai investasi yang masuk sudah menembus angka Rp6 triliun.“Kami optimisi melampaui target seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Lintong.

Lintong mengatakan, tahun lalu investor paling besar menanamkan modalnya di Kota Bekasi adalah proyek pembangunan Trans Studio milik Transcorp.Nilai investasi mencapai Rp2 triliun untuk pembangunan pusat perbelanjaan beserta hunian vertikal.“Kota Bekasi sangat menjanjikan untuk berinvestasi,” ujar Lintong.

Menurut Lintong, paling tinggi investasi di bidang jasa perdagangan, industri, properti permukiman dan perumahan.Jasa dan perdagangan paling tinggi karena karakter Kota Bekasi yang cenderung digunakan untuk berbisnis.“Investasi tinggi otomatis perekonomian meningkat, mengurangi pengangguran,” kata dia.

Tapi, pertumbuhan ekonomi ini membuat Pemerintah Kota Bekasi mewasadai meningkatnya kepadatan arus lalu lintas. Saat ini jumlah kendaraan di Kota Bekasi sebanyak 1.459.993 unit.“Ini menjadi sebuah resiko menggeliatnya perekonomian yang maju,” tandasnya.(kub/pojokbekasi)

Related Articles

Back to top button