Cikarang

Pilkades di Empat Desa Diduga Curang

Radarbekasi.id – Proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di empat desa diduga diwarnai dengan kecurangan. Hal itu menyebabkan sempat terjadinya ketegangan antara sesama calon kepala desa maupun calon kepala desa (cakades) dengan panitia Pilkades.

Empat desa tersebut ialah Desa Sukadarma di Kecamatan Sukatani, Desa Sukarahayu di Kecamatan Tambelang, Desa Serang Selatan di Kecamatan Cikarang Selatan, dan Desa Ciledug di Kecamatan Setu.

Kapolres Metro Bekasi, Kombespol Candra Sukma Kumara menjelaskan, terjadi perbedaan pandangan antara sesama calon dan calon dengan panitia. Ia menghimbau supaya pihak yang menduga ada kecurangan untuk mengadukannya kepada pihak kepolisian.

“Adukan saja ke kita, dimana kecurangannya, dan buktinya apa, misalkan mau digugat ada jalurnya, yang penting ada bukti-buktinya,” katanya, Senin (27/8).

Ketegangan yang terjadi karena dipicu dugaan kecurangan yang terjadi dalam Pilkades itu tidak memengaruhi proses penghitungan suara. Pihaknya, kata dia, akan melakukan mediasi dengan cakades yang kalah.

Menurut Candra, menang dan kalah merupakan hal yang biasa dalam proses demokrasi. Diharapkan, cakades beserta pendukung yang kalah dalam kontestasi tersebut tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. “Yang namanya beda pilihan sudah pasti ada, tapi kita tetap menjaga keamanan wilayah setempat,” ujarnya.

Ia menyatakan, ada sebanyak 3.500 orang personil kepolisian yang diterjunkan untuk mengamankan proses Pilkades serentak di Kabupaten Bekasi. Ribuan personil itu dibagi untuk menjaga dalam tiga kategori yakni aman, rawan satu, dan rawan dua.

Candra menjelaskan, kategori itu ditentukan berdasarkan tahap pendaftaran, penetapan, pencocokan nomor urut, dan ketegangan dari masing-masing calon setiap desanya. “Pengamanan untuk katagori aman satu TPS (Tempat Pemungutan Suara) hanya ada lima personil, katagori rawan satu 20 personil, dan rawan dua 20 sampai 30 personil setiap TPS-nya,” ucapnya.(pra)

Related Articles

Back to top button