Politik

10 Calon Komisioner Baru

Radarbekasi.id – Panitia seleksi (Pansel) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat akhirnya merilis daftar nama sepuluh calon komisioner KPU kota/kabupaten se-Jawa Barat periode 2018-2023 yang dinyatakan lolos tahapan pemeriksaan kesehatan dan tes wawancara.

Daftar sepuluh nama tersebut ditetapkan melalui surat bernomor 06/PP-06.Pu/32/Timsel.Kab-Kota/VIII/2018 yang ditandatangani Ketua Tim Seleksi Wilayah I Maman Lukmanul Hakim, Ketua Tim Seleksi Wilayah II Nia Kania Winayati, dan Ketua Tim Seleksi Wilayah III IU Rusliana, tertanggal 27 Agustus 2018.

Untuk KPU Kota Bekasi, satu wajah lama masih menghiasi bursa. Nurul Sumarhaeni sebagai petahana. Disamping itu juga ada nama-nama lain. Di antaranya Achmad Edwin Sholihin, Ali Syaifa, Ayi Nurdin, Bayu Herdayana, Hedi Yustaja, Jemmy Budiyanto, Khaerudin, Suranto, Tengku Rully Fachrial Syah.

“Dari 10 nama tersebut berikutnya akan kembali dilakukan seleksi hingga menyisakan lima nama calon Komisioner KPU selanjutnya, melalui Uji Kelayakan dan Kepatutan,” singkat Ketua KPU Jawa Barat, Yayat Hidayat.

Masa jabatan komisioner KPU Kota Bekasi yang lama akan berakhir pada Oktober 2018 mendatang. “Oktober akan habis masa jabatan,” kata Ketua KPU Kota Bekasi, Ucu Asmara Sandi.

Pada rentang waktu antara tahapan seleksi hingga dihasilkan komisoner baru sampai dengan pelantikan, diperkirakan tidak akan terjadi kekosongan tugas. Lebih lanjut, Ucu menerangkan proses tahapan tetap terus berjalan hingga berakhirnya masa jabatan sebagai komisoner KPU.

“Tetap saya bersama empat anggota yang lain. Kami tetap komitmen menyelesaikan tugas-tugas ini sampai akhir masa jabatan,” katanya.

Dia berharap petahana yang lolos 10 besar calon komisioner periode 2018 -2023 dapat terus bertahan hingga menjadi lima anggota komisoner hasil seleksi akhir. Pertimbangannya, saat ini tahapan pemilu legislatif sudah berjalan. Sehingga perlu ada incumbent yang meneruskan pekerjaan yang saat ini berproses, yakni menyelenggarakan pemilu legislatif April 2018.

“Ke depan tugas-tugas komisioner semakin berat dan rumit sekali. Maka itu perlu ada komisioner yang benar-benar paham dan mengerti apa yang akan dilakukan. Kan repot juga kalau semua orang-orang baru yang masuk lima besar, tidak tahu apa yang mau dikerjakan,” pungkasnya. (sar)

Related Articles

Back to top button