Metropolis

Fokus Program Pembangunan Rutilahu

Radarbekasi.id – Sejumlah rumah tidak layak huni masih ada di beberapa RW di kelurahan kayuringin jaya. Untuk itu, salah satu fokus pembangunan di kelurahan Kayuringin jaya yakni seluruh warga mendaapatkan rumah tinggal layak huni (Rutilahu). Demikian ditegaskan ketua Lembaga pemberdayaan Masyarakat (LP) kelurahan Kayuringin, Poerwanto.

Dia mengaku, meskipun belum menginventarisir jumlah rumah tidak layak huni dilingkungannya namun dirinya mengakui bahwa masih banyak jumlah rumah yang berada dalam kategori tidak layak huni terutama diwilayah RW yang berada di perkampungan.

Menurutnya, jumlah rumah tinggal yang masih belum layak huni dikelurahan ini masih dapat dikatakan banyak, pasalnya 6 RW dari 26 yang ada terdapat dilingkungan perkampungan.“ Karena disini kana da 6 RW yang berada dilingkungan perkampungan. Jadi fokus untuk rutilahu lebih di skala prioritas, karena jumlahnya padat,“ ungkapnya kepada Radar Bekasi.

Menurutnya,  prospek pembangunan lingkungan secara bertahap cukup baik, meskipun kepadatan penduduk terus terjadi di salah satu kelurahan yang terletak di pusat kota tersebut. Kondisi tersebut semakin memacu pihak kelurahan,  BKM serta LPM untuk membangun wilayah tersebut lebih baik.

“ Bagus, artinya pembangunan secara bertahap semakin bagus. Perkembangan ini kan macam-macam, semakin maju pembangunan kan semakin banyak pertambahan jumlah penduduk, semakin banyak bangunan baik yang rumah, kos artinya kan semakin rame “ imbuhnya.

Sementara itu,  lurah Kayuringin Jaya, Suryadi mengaku, sejak bertugas di lingkungan tersebut tahun 2017, proyek pembangunan infrastruktur seperti jalan lingkungan terus berjalan dengan signifikan. Pada tahun 2017 lalu, lingkungannya mendapatkan manfaat dari program TMMD berupa perbaikan jalan lingkungan dan rutilahu dengan total anggaran mencapai 1,2 Miliar.

Sementara pada tahun ini, kelurahan Kayuringin Jaya mendapatkan manfaat diantaranya dari program KOTAKU yang saat ini masih dalam proses pengerjaan. Total anggaran yang didapatkan untuk pengentasan lingkungan Kota Bebas Kumuh ini adalah sebasar Rp500 Juta .

“Sekarang kita dapat proyek lagi kotaku itu sebesar Rp500 juta yang sekarang masih sedang berjalan. Kemudian ditambah lagi dari kebanjiran kemaren di 2017 kita buat semacam analisis tentang bencana terjadinya banjir seperti apa, sehingga kita menghasilkan dan alhamdulillah Sembilan titik yang ada sekarang anggaran 6 miliar itu dari kementrian PU, “ paparnya. (cr38)

Related Articles

Back to top button