Metropolis

Melayani Kesehatan Warga Dhuafa

Radarbekasi.id – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa (LKCDD) Jawa Barat khususnya yang berada di Kota Bekasi saat ini memiliki 1200 member masyarakat Dhuafa.  LKC DD Kota Bekasi ini memberikan layanan kesehatannya secarageratis kepada masyarakat  kurang mampu.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan di gerai sehat Bekasi tidak dipungut biaya sepeserkan. Untuk menjadi member LKC DD ini,  masyarakat dhuafa harus memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan melalui delapan asbab Dhuafa, demikian diungkapkan oleh Kepala Bagian (Kabag) Operasional, LKC DD Jawa Barat, Didi Mardiono saat ditemui di kantornya.

Di kantor yang berada di  Bekasi Timur,  LKC DD Jawa Barat melaksanakan aktifitas operasional dalam memberikan pelayannya kepada masyrakat. Sementara itu sebuah klinik dimiliki oleh LKC DD untuk Kota Bekasi diberinama Gerai Sehat Bekasi.

“ Kalau orang mampu itu berobat kan biasa, tapi kalau orang yang dhuafa yang berobat itu kan kadang ada ke khawatiran, di puskesmas yang udah geratis aja itu mereka masih khawatir dikenakan biaya bahkan sebelum puskesmas melakukan program itu kita sudah melakukan, kita tidak memungut biaya apapun selama dia memiliki kartu member kita jamin melalui dana ZISWOT yang kita kelola dari masyarakat,“ ungkap pria yang akrab disapa Dion.

LKC DD memberikan advokasi kesehatan kepada masyarakat, diantaranya layanan kesehatan gratis termasuk bagi penderita Tuberculosis (TB) hingga mengawal masyarakat yang menjadi member untuk mendapatkan pelayanan di rumah sakit, salah satunya memalui BPJS dengan membantu proses pembuatan hingga pembayaran.

“ Data terakhir kemarin ada sekitar 1200 an, kalau kememberan kita itu ada periodiknya jadi dua tahun, kita berharap dia tidak dhuafa terus kan. Siapa tau tahun ini dia dhuafa bisa jadi dua tahun kemudian ketika di survei lagi terjadi perubahan membernya kita alihkan ke yang lain jadi supaya yang lain juga dapat merasakan,”tegasnya.

Dion mengungkapkan, salah satu fenomena yang terjadi di Kota Bekasi ini adalah naik turunnya jumlah masyarakat Dhuafa yang menjadi member LKC, salah satunya adalah disebabkan oleh pemberhentian hubungan kerja (PHK) yang dialami oleh buruh pabrik disekitar Bekasi.

Sudah barang tentu bahwa BPJS kelas dua yang dimiliki selama bekerja membuat masyarakat yang bersangkutan harus tetap melanjutkan pembayaran disetiap bulannya, LKC dalam hal ini membantu untuk mengadvokasi dan membayarkan BPJS. Menurut Dion penurunan yang terjadi tidak sesignifikan penurunan jumlah masyarakat Dhuafa yang terjadi.

“Ketika survei kememberan, ternyata  ditemukan dia memiliki bpjs kelas dua nah kategori untuk kenapa kok bisa kelas dua ? nah ini yang saya bilang pasang surut, dia dulu bekerja sebagai buruh karena standard di perusahaan pun dia harus kelas dua gak bisa kelas tiga, kelas tiga itu hanya untuk kategori tidak mampu artinya dia tidak bekerja, “ imbuhnya. (cr38)

Related Articles

Back to top button