Metropolis

Batas Berjualan Hanya 10 Jam

Jalan Jatirahayu Dijaga Satpol PP

Radarbekasi.id – Pemerintah Kecamatan Pondok Melati, memberikan batas waktu bagi para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di sisi jalan Raya Jatirahayu dan Pondok Gede selama 10 Jam, yakni mulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB.

Jika hingga batas waktu yang telah ditetapkan para PKL masih tetap berjualan, maka terpaksa petugas Satua Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kecamatan Pondok Melati terpaksa menertibkan dagangan para PKL tersebut. Demikian dikatakan Koordinator Lapangan (Korlap) Satpol PP  kecamatan Pondok Melati, Hairudin saat ditemui di kantor kecamatan Pondok Melati.

Dia mengaku sangat menyayangkan sebagian kecil pedagang yang masih membandel untuk menggelar daganganhya diluar waktu yang telah disediakan. Tidak jarang pihaknya mengamankan sebagian kecil pedagang tersebut beserta peralatan dagangnya untuk kemudian diberikan pengarahan di kantor kecamatan.

“Selama belum ada penataan (tempat), pedagang ini hanya diberikan waktu berdagang dari sehabis Isya sekitar jam delapan malam  sampai dengan jam enam pagi. Umumnya pedagang sayuran, ayam disana, ya pasar lah “ ungkapnya kepada radar Bekasi, Jum’at (31/8).

Setiap hari tepatnya pukul 06.00 WIB,  Hairudin selalu menempatkan anggotanya untuk berjaga di lokasi tersebut guna menertibkan pedagang yang masih membandel. Saat beberapa kesempatan pedagang diamankan dan diberikan pengarahan oleh pihaknya.

 Hairudin mengaku bahwa sebagian kecil pedagang tersebut menginginkan dapat berjualan secara legal, mereka mengaku mengetahui bahwa apa yang mereka lakukan salah namun masalah tempat membuat mereka melakukan hal tersebut.

Saat ini dan sejak beberapa waktu yang lalu, Hairudin bersama dengan pimpinan wilayah setempat sudah membicarakan perihal tempat untuk menata para pedagang supaya dapat menggelar dagangannya dengan nyaman, salah satu opsinya adalah menata para pedagang di dalam atrium Pondok Gede.

“ Kalau sekarang ini, opsi kita sebenernya ada dua tergantung bagaimana pimpinan. Kemarin saya rapat di Pondok Gede, disini juga sudah, yang pertama pedagang ditata kedalam APG, kalau tidak cukup para PKL kan ada koordinatornya, mereka menyampaikan kepada saya untuk mencoba masuk kedalam tanah AURI sebelum digunakan tapi difasilitasi oleh pemerintah. “ ungkap pria asli Pondok Melati tersebut.

Dirinya mengaku sudah mencoba untuk memfasilitasi para pedagang berkomunikasi dengan pengelola Ruka Permata sebagai penyewa tanah. Namun sampai saat ini pemilik ruko belum bisa untuk ditemui. “Kami  seringkali mengajak jajaran anggota untuk membersihkan Atrium Pondok Gede seperti selokan air, hal ini ditujukan untuk mengajak pedagang menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air di tempat tersebut.”tandasnya. (sur)

Related Articles

Back to top button