Berita Utama

Rp12,5 Miliar Solusi Suplai Air Baku

Radarbekasi.id – Solusi mengatasi suplai air baku menjadi pembahasan dalam rapat evalusi Komisi III DPRD Kota Bekasi dengan  Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Patriot (TP) Kota Bekasi belum lama ini.

Menurut Direktur Utama PDAM Tirta Patriot Solihat, pihaknya memerlukan dana sebesar Rp12,5 miliar  untuk mengatasi persoalan suplai air baku bersih untuk instansinya sebagai solusi jangka pendek.

“Solusi jangka pendek PDAM TP adalah rencana pemasangan pipanisasi dari jalur sebelum Sipon masuk ke jalan Kartini lalu ke arah bendungan Kali Bekasi dan dialirkan ke jalur PDAM Tirta Patriot dengan diameter Pipa 800 mm dengan air bersumber dari kalimalang. Tentunya dalam merealisasikannya kami harus menganggarkan biaya sekitar Rp 12,5 Miliar,” kata Solihat.

Sementara, Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, Komarudin menyatakan, kualitas air PDAM Tirta Patriot (TP) yang seringkali kotor dan bau disebabkan oleh pencemaran limbah dan tentunya hal ini menjadi kendala besar bagi pelayanan air bersih.

“Sudah dipaparkan oleh pihak PDAM TP kenapa kualitas airnya kurang bagus, ternyata ada kendala besar di air bakunya yang bersumber dari air Kali Bekasi yang sudah tercemar limbah,” ucapnya.

Ia juga menerangkan, berdasarkan hasil temuan investigasi masyarakat dari Kabupaten Bogor, ternyata banyak pembuangan limbah berbahaya yang dilakukan di wilayah Gunung Putri, Cikuda dan beberapa wilayah lainnya.

Lanjutnya pelayana PDAM TP sempat terhenti karena pasokan air yang sangat kotor. Air yang bersumber dari kalimalang sudah tidak bisa menutupi lagi, akibatnya ada kendala pada pelayanan.

“Solusinya memang air kali Bekasi harus bagus, tetapi ini harus ada koordinasi dengan gubernur dan harus ada tindakan politik sama seperti kasus Citarum harum, bukan hanya persoalan G to G (government to government) lagi, tetapi lebih jauh kita akan hantarkan persoalan ini ke Presiden,” tutur Komarudin.

Oleh karena itu, menurutnya, PDAM TP harus berinvestasi Rp 12,5 miliar untuk pipanisasi tersebut, supaya suplai air tidak hanya dari Kali Bekasi saja melainkan dari air Kali Malang.

“PDAM TP harus menginvestasikan dana sekitar Rp12,5 miliar rupiah untuk rencana pembangunan pipanisasi ini, yang sekarang bila air kali Bekasi tercemar limbah solusinya ditutup dan mengambil air dari saluran palangka yang berada dibelakang Depag untuk menutupi jumlah debit air yang ke Tirta Patriot,” imbuhnya.

Sedangkan jangka panjangnya kata Komarudin, kali Bekasi harus bagus. Komisi III berencana akan mengajukan apakah perlu dibuatkan Panitia Khusus (Pansus) tentang baku mutu air kali Bekasi setelah dibuatnya berita acara hasil rapat evaluasi dengan PDAM Tirta Patriot.

“Kami tidak bicara soal limbahnya, kami hanya ingin pansus ini memberikan jaminan kepada PDAM Tirta Patriot agar airnya layak untuk dikonsumsi, karena kalau bicara tentang limbah itu ranahnya komisi II,” tegasnya.

Ia berharap Komisi II dan III menjadi satu pansus dan pansus tersebut juga nantinya akan berkonsultasi dengan Gubernur Jawa Barat memberikan fakta-fakta dan laporan yang ada dari masyarakat.

“Bilamana nantinya belum kuat juga kami akan berkonsultasi dengan kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk menjamin air kali Bekasi itu bersih, atau bahkan ke presiden,” cetusnya.  (pay)

Close