Cikarang

Pembangunan Sumur Bor Dinilai Janggal

Radarbekasi.id – Pembangunan sumur bor oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi di Desa Ridogalih dinilai janggal. Karena, hingga saat ini sumur itu tidak bisa digunakan oleh warga sekitar.

Bukan hanya itu, penampungan air dan toren air yang ada di wilayah tersebut juga tidak bisa digunakan.

Tokoh masyarakat Desa Ridogalih, Muin menilai, pembangunan ketiga hal tersebut dilakukan tanpa perencanaan yang matang. “Saya juga aneh melihatnya, kenapa kalau program dari perusahaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) baik – baik saja dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya kepada Radar Bekasi, Senin (3/9).

Ia menyatakan, pembangunan sumur bor yang dilakukan Pemkab Bekasi kurang baik. “Kenapa saya berani mengatakan kurang baik, sebab pembangunan sumur bor yang dilaksanakan pemerintah pasti tidak manfaat. Tapi kalau bantuan dari CSR perusahaan baik baik saja. Begitu juga dengan pembangunan yang dilaksanakan dompet duafa,” terangnya.

Hal itu membuat sejumlah warga Desa Ridogalih pasrah dengan tidak adanya air bersih yang mengalir ke wilayahnya. Mereka berkeputusan untuk membeli air bersih ketimbang menunggu bantuan pemerintah atau menggunakan sumur bor yang tidak bisa difungsikan itu.

Warga Desa Ridogalih, Tuti (41), mengatakan, pembangunan sumur yang dilaksanakan pemerintah memang kurang bermafaat. Ia menyampaikan, sejak awal airnya sudah kecil dan tidak lama kemudian airnya tidak keluar. Padahal pengeborannya menggunakan satelit.

Dirinya terpaksa membeli air seharga Rp50ribu satu toren untuk kebutuhan selama tiga hari.

“Kita mah sudah pasrah, karena saat ini bantuan dari pemerintah hanya pemberian air saja. Itu juga tidak semua masyarakat dapat. Sebab bantuannya hanya tiga tangki dari jumlah sekitar lima ribuan lebih penduduk,” katanya.

Semetara itu, Kepala Bidang Darlog pada BPBD Kabupaten Bekasi, Abdul Rasyid belum menjawab ketika ditanya mengenai hal tersebut.(and)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker