Cikarang

Petani Dua Desa Kehilangan Mata Pencarian

Radarbekasi.id – Warga Desa Ridomanah dan Desa Ridogalih yang bekerja sebagai petani kehilangan mata pencariannya disaat musim kemarau.

Petani yang tinggal di Kampung Poncol, Desa Ridomanah, Muhammad (32) misalnya. Ia ,menjelaskan bagi lingkungannya air sangat berharga. Sebab, kata dia, mayoritas masyarakat disekitarnya merupakan petani.

“Disini lumayan banyak masyarakat sumber ekonominya dari bercocok tanam, yakni sebagai petani yang menanam padi atau cabai dan lain sebagainya. Namun, ketika kemarau panjang bagi kita merupakan hal yang tidak bersahabat, karena kami harus berhenti bercocok tanam untuk mendapatkan rupiah,” katanya saat ditemui di kediamannya, yang berada RT 02/03 Desa Ridho Manah.

Ia menceritakan, saat ini dia hanya berharap adanya kerja serabutan demi menyambung hidup. Apabila tidak ada, ia hanya berdiam diri di kediamannya. “Kalau kemarau saya sangat sedih, karena keluarga kan harus dinafkahi. Meskipun istri memahami namun yang namanya kehidupankan butuh makan,” ujarnya.

Ia berharap, supaya ada solusi jangka panjang untuk kekeringan yang terjadi di wilayah setempat. Supaya, warga tidak kembali mengalmi kekeringan seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Saya tidak muluk – muluk, kondisi tanah dan mata air di kampung kami memang sangat memprihatinkan. Oleh sebab itu saya harap pemerintah bisa turun dan menemukan solusi,”harapnya.

Hal senada juga diharapkan salah satu warga Ridho Galih, Rusman (43). Pria yang juga bekerja sebagai petani ini sangat berharap agar ekeringan yang selalu melanda wilayahnya ada perhatian dari pemerintah.

“Kami sangat berharap pemerintah perhatian kepada masyarakat yang dilanda kekeringan,” tuturnya. (and)

Related Articles

Back to top button