Berita Utama

Belum Ada Solusi Jangka Pendek

Sekolah dalam Gudang

Radarbekasi.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi belum mendapatkan solusi jangka pendek untuk memindahkan tempat belajar mengajar siswa SDN Ridogalih 01 yang saat ini belajar di gudang logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemkab Bekasi, Sri Riyanti mengatakan dirinya belum bisa menjawab lantaran sedang berada di rumah sakit.

Sementara itu Kepala Bidang Data dan Sarana Prasana Pendidikan Dinas Pendidikan, Asep Saepulloh saat dihubungi mengatakan sedang berada di luar kantor saat jam kerja. “Maaf bang saya sedang di luar,” ujarnya menjawab pesan singkat dari Radar Bekasi.

Saat ditanyakan terkait solusi pemindahan ruang kelas SDN 01 Ridho Galih yang menggunakan gudang logistik. Asep tidak meresponnya.

Menanggapi hal itu, salah satu pemuda di Desa Ridogalih, Sahrul angkat bicara. Ia mengharapkan supaya Pemerintah Kabupaten Bekasi memperhatikan kondisi yang terjadi saat ini.

Pasalnya, jika harus menunggu pembangunan pada tahun 2019, maka siswa yang ada di sekolah tersebut yang harus belajar di dalam gudang tanpa ventilasi udara yang pengap itu.

Seharusnya, segera dipikirkan bagaiman solusnya karena dunia pendidikan sangatlah menentukan baik dan berkualitasnya Sumber Daya Manusia (SDM).

“Saya harap ada kunjungan pejabat di Pemkab Bekasi. Supaya dapat merasakan bagaimana suasana yang dirasakan para generasi bangsa yang mengenyam pendidikan di ruang logistik BPBD dengan kondisi begitu sesak dan panas,”tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, ruang kelas untuk pelajar kelas satu sampai enam di SDN Ridogalih 01 akan dibangun pada tahun 2019 mendatang. Demikian hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Imam Nugraha.

Ia menjelaskan, pihaknya telah meninjau kondisi sekolah yang menyebabkan pelajarnya menjalankan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Gudang Logistik Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi.

“Kami sudah rencanakan pada tahun 2019. Membangun enam ruang kelas serta kantor dengan total anggaran Rp2,1miliar,” katanya, Selasa (4/9).

Masyarakat Desa Ridogalih berharap agar pemerintah mencarikan ruang kelas yang representatif untuk para siswa. Pasalnya gedung logistik yang ditempati saat ini dinilai tak ideal. (and)

Related Articles

Back to top button