Berita Utama

Waduh, Masih Banyak Guru Gaptek

Radarbekasi.id – Seiring dengan pesatnya perkembangan dunia teknologi, tenaga pengajar dituntut untuk bisa mengimbanginya. Namun sayangnya, saat ini masih banyak guru yang belum siap menerima pembelajaran berbasis IT.

Hal ini diakui oleh wakil bidang Humas di SMPN 6 Bekasi Sri Endah Sushandayani. Menurutnya, saat ini masih banyak guru yang gagap teknologi (Gaptek). Bahkan di SMPN 6 Kota Bekasi, dari seluruh guru yang ada 40 persennya masih Gaptek.

Menurutnya, perlu pelatihan digitalisasi sebagai bekal peningkatan kapasitas untuk mengajar.”Saat memasukan nilai kalau menggunakan teknologi kan meringankan pekerjaan.  Mungkin banyak yang menganggap kalau TIK adalah pelajaran yang mudah karena jaman globalisasi.  Tapi kenyataannya yang kami lihat masih saja ada yang gaptek dari guru hingga siswa,”katanya kepada Radar Bekasi.

Meski di sekolah sudah tidak ada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komuniasi (TIK) dari tahun kemarin, namun di  SMPN 6 Bekasi memberikan solusi dengan memberikan ekstrakulikuler IT. Dimana siswa tidak mempelajari tentang MS.  Word saja, tapi lebih mendalam tentang IT.

“Guru juga di ajak untuk belajar di IT yang masih nol. Jangan sampai kita mengandalkan TU (Tata Usaha) melulu.  Kita harus berusaha anggota juga harus aktif jika ada kesulitan.  Kalau Mentok jangan sampai menyerah begitu saja. Jadi intinya pelajaran TIK itu penting sehingga pelajaran TIK di ekskulkan dari tahun kemarin. Apalagi sekarang TO (Try Out)  sudah  daring hingga UNBK jangan sampai anak masih bingung tentang komputer, ” terusnya.

Sri Endah juga mengomentari tentang pergantian mata pelajaran TIK menjadi Prakarya.  Baginya Prakarya tidak ada bedanya dengan Seni Budaya.  Prakarya dianggap pelajaran yang mubazir karena pelajaran tersebut masih bagian dari Seni Budaya.

“Saya kalau di bilang setuju atau tidak jelas tidak setuju dengan apa yang terjadi di kurikulum 2013 ini.  Bagi saya prakarya masuk bagian dari Seni Budaya.  Terus kenapa harus TIK jadi korbannya? Kalau memang anak anak dianggap menguasai TIK kenapa pelajaran TIK tidak di perdalam saja, ” terusnya.

Dia mengaku,  dalam perubahan kurikulum 2013 ini juga ada perbedaan di jam mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. “Kalau di sekolahnya tidak kekurangan guru tidak masalah,  tapi bagaimana jika masih ada yang kekurangan guru.”tandasnya. (cr41)

Related Articles

Back to top button