Berita Utama

Pengembang The Cityland Diduga Tipu Konsumen

Unit Tak Kunjung Dibangun

Abner Simamora
PERLIHATKAN SURAT: Abner Simamora, memperlihatkan surat laporan dugaan penipuan yang dilakukan pengembang Apartemen The Cityland Jatibening ke Polres Metro Bekasi, Selasa (11/9).SAR/RADAR BEKAS

Radarbekasi.id – Warga Perumahan Puri Gading, Jatimelati, Pondokmelati, Kota Bekasi menuntut uang pembelian unit Apartemen The Cityland Jatibening dikembalikan oleh pengembang, karena unit yang dijanjikan tidak kunjung dibangun hingga akhir 2017 sesuai dengan perjanjian.

Padahal, konsumen bernama Abner Simamora (45) ini, telah melayangkan surat gugatan ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Bekasi di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan. Persoalan tersebut sudah masuk dua kali persidangan, bahkan pada Kamis (13/9) mendatang, akan memasuki sidang ke tiga untuk pembacaan putusan.

Kepada awak media, Abner mengaku merasa dirugikan karena telah mengeluarkan uang Rp346 juta untuk pembelian apartemen seharga Rp530 juta itu pada 2015 lalu. Namun, sampai dengan batas waktu penyerahan kunci yang dijanjikan pada Desember 2017, unit apartemen belum juga dibangun.

Pembelian unit apartemen tipe 1 KT ini dibayar secara bertahap dengan tanda jadi Rp10 juta, sedangkan uang muka (down payment/dp)Rp106 juta dan angsuran 20 kali sebesar Rp11.500.000 setiap bulannya.

“Padahal pengembang sudah berjanji dengan saya melalui surat pernyataan bahwa serah terima kunci akan dilaksanakan pada akhir 2017. Tapi sampai sekarang, tidak ada progres pembangunan di lokasi proyek,” sesal Abner kepada Radar Bekasi, Selasa (11/9).

Akibat adanya wanprestasi dalam perjanjian, termasuk dugaan penipuan yang dilakukan oleh pengembang, maka Abner menuntut pengembalian uang dan ganti rugi sebesar Rp571 juta. Rinciannya Rp346 juta yang telah dibayarkan ke pihak pengembang, Rp200 juta sebagai ganti rugia materiil yang mengacu pada bunga bank dan investasi serta uang sewa rumah, karena unit belum jadi.

Ketua Majelis Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Bekasi, Ferry Lumban Gaol, mengatakan sudah banyak laporan yang masuk terkait kasus Apartemen The Cityland.”Sebenarnya, kasusnya bukan cuma sekali ini saja. Sudah banyak yang masuk. Kayanya harus ditindak secara hukum. Sebab ini sudah masuk kategori pidana penipuan,” terang Ferry saat dihubungi Radar Bekasi, Selasa (11/9).

Dijelaskan Ferry, pihak pengembang meminta agar diselesaikan melalui tahap arbitrase, dan berusaha menyelesaikan kasus tersebut secara perdata.

“Setelah kami pelajari dan amati, kaus ini sudah masuk tindak pidana. Pasalnya, ini bukan kasus pertama yang dilakukan oleh pengembang, tapi sudah berkali kali, dan kasus yang dilaporkan konsumen sama,” bebernya.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya (BPSK-red), akan melakukan sidak ke lokasi pembangunan apartemen. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dan pihak Pepolisian, untuk bersama-sama ke lokasi melihat kondisi lahan yang mau dibangun apartement itu, Kamis (14/9),” tegasnya.

Sementara itu, ketika Radar Bekasi berusaha menghubungi pihak pengembang apartemen, tidak ada respon. Bahkan sejumlah jajaran manajemen juga tidak bisa dihubungi.

Bahkan saat Radar Bekasi berusaha menghubungi telepon selular (handphone) Direktur Marketing/Tehnik Cityland, Nusyirwan, dan ingin menanyakan prihal kasus tersebut, yang bersangkutan (Nusyirwan-red), langsung menutup telepon dan memblokir WhatsApp(sar)

Related Articles

Back to top button