Berita Utama

Cap Jempol Darah Demi Honor dan Status TKK

Radarbekasi.id – Sebanyak 365 guru honorer yang tergabung dalam Forum Perjuangan Honorer Indonesia (FPHI) Kabupaten Bekasi melakukan aksi cap jempol darah untuk menuntut kenaikan status sebagai Tenaga Kerja Kontrak.

Kuasa Hukum FPHI Kabupaten Bekasi, Rahmatullah mengatakan, aksi tersebut dilakukan karena selama ini pemerintah eksekutif dan legislatif kurang merespon jeritan hati para guru honorer.

Ia menjelaskan, aksi tersebut bertujuan untuk memperjuangkan nasib para honorer supaya segera mendapat surat keputusan (SK) dari Bupati Bekasi sebagai tenaga kerja kontrak.

Selain itu, mereka juga menuntut agar para guru mendapatkan upah yang jumlahnya setara dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) atau sekurang-kurangnya Rp. 3 juta/bulan.

“Seluruh cap jempol darah yang sudah terkumpul di atas kertas putih ini, oleh para honorer Kabupaten Bekasi dalam waktu dekat akan bersama-sama kita serahkan kepada pihak-pihak terkait, termasuk Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bekasi, agar tuntutan honorer Kabupaten Bekasi segera dikabulkan,” katanya.

Koordinator FPHI wilayah Kecamatan Setu, Faisal menambahkan, menurut data yang diperoleh pihaknya, rata-rata honer para guru honorer itu hanya berkisar ratusan ribu hingga jutaan perbulannya.

Menurutnya, jumlah itu sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Kami menjadi guru merupakan panggilan jiwa, bukan karena untuk mencari kesejahteraan. Tapi dalam hal ini kami meminta kepada pemerintah yang bertanggung jawab dalam kesejahteraan rakyat untuk bisa memberikan pendapatan yang cukup bagi tenaga pengajar,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, M.A Supratman belum memberikan tanggapan terkait dengan aksi tersebut karena yang bersangkutan tidak ada dikantornya dan saat dihubungi nomor pribadinya tidak aktif. (and)

Lebihkan

Artikel terkait

Close