Metropolis

Kali Terusan Bhayangkara Dikeruk

Radarbekasi.id – Kali terusan Bhayangkara yang berada di samping jalan Raya Perjuagan Kecamatan Bekasi Utara akhirnya di keruk. Normalisasi kali dilakukan kerja sama antara TNI dengan PJT II. Pasalnya, kali tersebut sudah sangat mengalami pendangkalan.

Normalisasi di lakukan mulai dari lingkungan kelurahan Marga Mulya hingga perbatasan kabupaten Bekasi yakni lingkungan desa kebalen, kecamatan babelan kabupeten Bekasi.Setidaknya ada tiga wilayah kelurahan yang dilalui sungai ini, yakni kelurahan Marga Mulya, Kelurahan Harapan Baru dan Kelurahan Teluk pucung.

Pemerintah setempat menyayangkan perilaku masyarakat yang kerap membuang sampah di bantara sungai. Sebuah sepanduk himbauan kepada masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah di bantaran sungai pun terpampang di jembatan yang mempertemukan antara jalan perjuangan dan jalan kali abang.

Lurah teluk pucung, Muhammad Arif Rahman mengaku, merasa terbantu dengan adanya program kerjasama antaraTNI dengan PJT II dalam hal normalisasi sungai. Meskipun tidak sampai meluap ke area permukiman warga disaat musim hujan,  namun sampah yang tersumbat di bawah jembatan merusak pemandangan.

“ Meluap tidak, tapi sampah sering tersumbat di jembatan dan itu di bersihkan oleh petugas pematusan dibawah naungan dinas PUPR.  Kami meminta agar warga tidak membuang sampah sembarangan.Perda ada tapi kan mereka tidak mengindahkan,“ ungkapnya kepada Radar Bekasi saat dijumpai di kantornya.

Pria yang akrab disapa Muhammad AR ini mengungkapkan, meskipun sudah dijaga oleh sejumlah staf maupun petugas  UPTD yang bersangkutan, namun masyarakat kerap  tetap membuang sampah di bantaran sungai.

Menurunya, masyarakat yang kerap kali membuang sampah bukan berasal dari masyarakat dilingkungannya melainkan masyarakat yang melintas dilingkungannya terutama masyarakat yang tinggal diperumahan kemudian membuang sampah dibantaran sungai dilingkungannya.

“Bukan warga sini, tapi warga dari luar. Di setiap RW sudah ada petugas pengangkat sampah yang dikoordinir oleh ketua RT dan ketua RW. Setiap hari diangkat oleh petugas yang pakai gerobak lalu ditaruh ketempat penampungan sementara lalu siang di bawa oleh uptd lh kebersihan tingkat kecamatan “ imbuhnya. (sur)

Lebihkan

Artikel terkait

Close