Metropolis

Pendataan Kesehatan Keluarga

Dorong Kemandirian Warga Hidup Sehat

Radarbekasi.id – Pemerintah Kota Bekasi melakukan pendataan kesehatan warga. Seperti yang dilakukan di kelurahan pedurenan, kemarin.

Sejumlah Petugas kesehatan dilingkungan Kelurahan padurenan, Kecamatan Mustikajaya mulai melakukan pendataan keseluruh keluarga menggunakan formulir profil kesehatan keluarga (Prokesga) dan paket Informasi kesehatan keluarga (Pinkesga). Kegiata ini untuk mengawali Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK).

Kepala UPTD Puskesmas Pedurenan Nurdin menerangkan, Prokesga dan Pinkesga digunakan untuk penyusunan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi di tingkat puskesmas. “Dalam pelaksanaannya, keluarga akan dibina oleh kader atau petugas kesehatan dari puskesmas melalui penyuluhan dan kegiatan lainnya,” ujarnya.

Lebih jauh  Nurdin menerangkan, PIS-PK merupakan program yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, yaitu program untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berperilaku sehat, hidup dalam lingkungan yang sehat, serta sadar pentingnya kesehatan.

“Program ini diharapkan mampu menyiasati permasalahan akses ke pelayanan kesehatan yang masih sulit dijangkau di beberapa tempat. Program ini merupakan program lanjutan dari adanya program kunjungan puskesmas yang telah dilaksanakan sebelumnya,” terang Nurdin.

Kata Nurdin, PIS-PK merupakan upaya pemerintah dalam membangun kemandirian masyarakat dalam hidup sehat. Sekaligus sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Harapannya, terciptanya masyarakat yang produktif, sadar kesehatan, serta berperan aktif dalam pembangunan nasional.

Ada 12 indikator utama capaian keluarga yang diharapkan dari PIS-PK. Diantaranya, keluarga mengikuti program keluarga berencana, ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, bayi mendapat imunisasi dasar lengkap dan mendapat ASI Elsklusif, serta Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan.

Indikator lain, penderita tuberculosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar, penderita hypertensi melakukan pengobatan secara teratur, penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan. Selain itu, anggota keluarga tidak ada yang merokok, keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional, keluarga mempunyai akses sarana air bersih, dan keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat.

Selain itu, pelaksanaan kunjungan rumah oleh petugas harus mencapai target total coverage Kepala Keluarga yang ada  pada tahun 2019. Hasil awal kunjungan rumah akan didapatkan nilai Indeks Keluarga Sehat (IKS).

Nurdin berharap kepada masyarakat untuk tidak ragu dan bersedia memberikan data yang dibutuhkan oleh petugas dari Puskesmas yang akan melakukan kunjungan rumah dalam rangka pendataan PIS-PK. Sebab, petugas akan memberikan penyuluhan dan pemecahan masalah kesehatan. “Masyarakat juga dapat berkonsultasi kesehatan,” pungkasnya. (Pay)

Lebihkan

Artikel terkait

Close