Berita Utama

Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan di Toko Donat

Korban Dituduh Curi Gawai

Radarbekasi.id – Pihak kepolisian dari Polsek Tambun menangkap sebanyak tujuh orang pelaku pengeroyokan. Mereka nekat mengeroyok dan menyiram korban dengan bensin lantaran korban diduga mencuri gawai di Lantai Dua Toko Donat Madu Cihajuang, Perumahan Puri Cendana, Desa Sumberjaya, Jumat (31/8) lalu.

Peristiwa itu bermula ketika korban bernisial CAS (18) dan BHA (15) diajak menginap dikontrakan pelaku IL. Keesokan paginya, gawai milik salah satu karyawan toko tersebut hilang. Lalu, para pelaku kemudian menuduh korban yang mengambilnya.

Selanjutnya, IL memanggil dua pelaku lain dan melakukan pengeroyokan. Korban CAS mengalami luka memar di bagian mata sebelah kiri, kepala belakang, luka dalam di bagian lutut kiri, pelipis kanan dan kiri. Sedangkan korban BHA menderita luka di telinga sebelah kiri, dan bagian kepala sebelah kanan.

Tidak sampai disitu, para pelaku juga menyiram mereka berdua dengan bensin. Untungnya, warga setempat langsung melerai hingga tidak terjadi aksi pembakaran.

Kapolsek Tambun, Kompol Rahmat Sukatmiko menjelaskan, korban yang tidak merasa melakukan pencurian langsung membuat laporan polisi. Petugas kepolisian langsung melakukan penyidikan dan berhasil menangkap tujuh orang pelaku.

“Pelaku berinisial, BS, JP, RS, MRA, IL, TS, AI. Dari tujuh pelaku, lima orang masih di bawah umur, dan dua orang lagi sudah dewasa,” katanya, Jumat (14/9).

Ia menjelaskan, berdasarkan pengakuan para pelaku, penyiraman besin dilakukan hanya untuk menggeretak korban supaya mengaku mencuri gawai. “Korban mengaku karena takut, sudah disiram bensin. Sampai saat ini korban tidak terbukti sebagai pencuri handphone (gawai),” jelasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, saat ini para pelaku mendekam di sel tahanan Polsek Tambun. Mereka dikenakan Pasal 170 KUHP tentang melakukan kekerasan secara bersama-sama dimuka umum dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun enam bulan.

“Saya berharap, apabila ada tindak pidana, silahkan langsung diamankan pelakunya, dan lapor ke pihak berwajib, jangan main hakim sendiri, karena belum tentu itu benar pelakunya,” harapnya. (pra)

Lebihkan

Artikel terkait

Close