Berita Utama

Warga Wajib ‘Melek’ Teknologi

Radarbekasi.id – Ditengah perkembangan dan kemajuan teknologi saat ini, warga dituntut harus paham dengan teknologi. Pasalnya, dalam kehidupan sehari-hari seperti saat ini selalu berkaitan dengan kecanggihan teknologi.

Demikian ditegaskan pelaksana bidang E-Government dinas komunikasi, informasi, statistic dan persandian  (Diskominfostandi) Kota Bekasi, Novrizal Ari Susanto saat menghadiri sosialisasi produk Smart City di aula Kelurahan Margajaya, kemarin.

Kegiatan yang dilaksanakan kerjasama dengan mahaiswa KKN Unisma Bekasi ini, dihadiri warga sekitar. Warga diminta ‘melek’teknologi.”Sekarang sudah era nya teknologi. Kami meminta warga mulai belajar dengan teknologi,”tegasnya.

Semantara itu, pelaksana bidang teknologi, informasi dan komunikasi Diskominfotandi Kota Bekasi, Danny Agung Perdana memberikan penjelasan mengenai tiga produk smart city yang dapat digunakan oleh masyarakat terutama para kader jumantik dan pengurus RT serta  RW di wilayahnya masing-masing.

“ Kami tidak mewajibkan untuk memberikan laporan, tapi kami mensosialisasikan bahwa ada aplikasi ini. kalau nanti bapak ibu mengalami sesuatu yang perlu untuk dilaporkan, silahkan buka aplikasi pengaduan,”terangnya.

Sementara itu akademisi Unisma Bekasi, Aahmad Lauhil Mahfudz mengungkapkan, untuk menuju smart city perlu ada perbaikan di dalam internal pemerintahan Kota Bekasi, beberapa permasalahan diungkapkan olehnya masih menjadi penampakan di Kota Bekasi. Maka, menurut pria yang akrab disapa Lauhil tersebut, perlu adanya Reformasi Birokrasi ditubuh pemerintah Kota Bekasi guna menuju Smart City.

“ Permasalahan yang pertama kemacetan, yang kedua criminal, yang ketiga adalah dari kesenjangan social. Untuk itu di tubuh internal perlu adanya reformasi birokrasi, “ ungkap Lauhil.

Program KKN tematik ini merupakan hasil kerjasama antara Diskominfostandi dengan Unisma Bekasi untuk kemudian melaksanakan program KKN yang salah satunya adalah sosialisasi Smart City kepada masyarakat dilingkungan kelompoknya masing-masing.

Di tempat yang sama juga, ketua kelompok satu, Tesa Yuri Denisa mengungkapkan bahwa rencana awal kegiatan hanya sosialisai. Namun karena permintaan masyarakat untuk diadakannya pelatihan maka pada kesempatan itu juga mereka melakukan pelatihan kepada masyarakat di dalam sesi seminar daerah yang diadakannya.

“ Kalo dari masyarakat, kalo aku di RW 2 kalo dia di RW 6 nih, kalo yang di RW 2 sendiri itu masih banyak masyarakatnya yang beum mengerti. Ini aja tadi kan harusnya jadwalnya Cuma sosialisasi aja tapi mereka bilang sebelum hadir kesini mereka bilang kalo bisa sih dikasih pelatihan lagi yak arena kita juga belum mengerti “ ungkapnya. (sur)

Lebihkan

Artikel terkait

Close