Pelayanan

BPJSK Klarifikasi Utang ke RSUD

Radarbekasi.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJSK) cabang Bekasi mengklarifikasi tunggakan sekitar Rp27 miliar ke RSUD Kota Bekasi.

“Nilai yang disampaikan Rumah Sakit (RS) sebagai utang perlu diklarifikasi pada kondisi yang mana. Kami akan duduk bersama untuk hal ini dengan RS,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bekasi, Siti Faridah Hanoum, kepada Radar Bekasi, Selasa (18/9).

Farida menjelaskan, ada beberapa kondisi yang belum mewajibkan BPJSK untuk membayar klaim kepada rumah sakit. Pertama, rumah sakit yang sudah melayani masyarakat, jumlah klaim sudah dihitung rumah sakit, namun rumah sakit belum memasukkan berkas ke BPJSK. Kedua, rumah sakit yang sudah mengajukan berkas klaim ke BPJSK, namun berita acara penerimaan berkas belum ditandatangani bersama antara rumah sakit dan BPJSK karena masih ada berkas yang belum lengkap.

“Pada kondisi ini, kadangkala rumah sakit menyampaikan bahwa klaim belum dibayar,” terangnya.

Ketiga, rumah sakit yang sudah mengajukan berkas klaim ke BPJSK, berita acara penerimaan berkas sudah ditandatangani bersama antara RS dan BPJSK. Berkas klaim masih diverifikasi (lama verifikasi 15 hari). “Pada saat verifikasi tersebut, kadangkala rumah sakit menyampaikan bahwa sudah menagih, namun klaim belum dibayar,” imbuhnya.

Keempat rumah sakit yang sudah mengajukan berkas klaim ke BPJSK, berita acara penerimaan berkas sudah ditandatangani bersama antara RS dan BPJSK. Hasil verifikasi BPJSK menemukan bahwa klaim tidak bisa dibayar karena bermasalah.

Rumah sakit belum bisa menerima hasil verifikasi. Klaim masuk kategori dispute claim. Atau RS perlu melengkapi berkas dokumen agar dapat dibayar, namun RS belum dapat melengkapi berkas tersebut, masuk dalam kategori pending claim.

Kelima, klaim sudah diverifikasi  dan layak dibayar, namun pembayaran belum jatuh tempo. Maka, rumah sakit harus menunggu, BPJSK membayar RS pada saat jatuh tempo.

Keenam, klaim yang sudah diverifikasi, maka sudah layak dibayar dan pembayaran sudah jatuh tempo, namun BPJSK belum membayar. Kondisi ini real, dan BPJSK berhutang dan belum membayar klaim ke rumah sakit.

“Pada kondisi poin enam, sesungguhnya BPJSK kena denda hutang klaim sebesar 1 persen per bulan. Apabila RS dapat mencari kolateral ke perbankan, maka “denda” pinjaman pada umumnya hanya sekitar 0,7 persen per bulan,” tukasnya. (oke)

Lebihkan

Artikel terkait

Close