Politik

KPU Bekasi Warning Dua Menteri

Radarbekasi.id – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi, Ucu Asmara Sandi mengingatkan para pejabat negara dan menteri yang mencalonkan diri menjadi anggota dewan di Dapil Kota Bekasi untuk tidak memanfaatkan iklan layanan masyarakat menyosialisasikan program lembaganya. Larangan itu akan berlaku sejak KPU menetapkan daftar calon tetap (DCT) besok.

Diketahui, ada dua menteri yang akan maju mencalonkan diri pada Pileg 2019 di Dapil Kota Bekasi – Depok. Diantaranya Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang maju lewat PPP dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri melalui PKB.

“Pejabat negara di pusat dan daerah yang ikut pemilu tak boleh memanfaatkan iklan layanan masyarakat, misalnya, menteri atau anggota DPRD iklan layanan masyarakat. Dia berkampanye, tapi memanfaatkan iklan masyarakat yang dibiayai negara,” ujarnya.

Ia mengatakan, larangan itu tertuang dalam Peraturan KPU (PKPU) tentang perubahan atas Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2013 tentang Tata Cara Kampanye.

Ia menyatakan, sosialisasi program kementerian/lembaga dapat dilakukan dengan banyak cara selain menampilkan gambar pimpinannya yang juga mencalonkan diri menjadi caleg. “Jadi, banyak cara tanpa harus dia tampil,” katanya lagi.

Dia menyatakan, KPU akan melakukan pemantauan terhadap iklan layanan masyarakat yang dimuat di media massa. Jadi, katanya, bukan hal yang sulit untuk menemukan jika ada iklan layanan masyarakat yang ditunggangi menteri atau pejabat yang maju sebagai caleg.

Ia mengatakan, KPU dan Bawaslu juga membuka aduan masyarakat terkait iklan layanan masyarakat itu. Soal sanksi, ia mengatakan, pelanggaran pertama, KPU akan mengingatkan pejabat yang bersangkutan.

“Kalau ada (pelanggaran), kami berikan sanksi sesuai proporsinya,” lanjutnya.

Senada, Komisioner KPU Kota Bekasi, Nurul Sumarhaeni menyatakan iklan layanan masyarakat terlarang jadi materi kampanye caleg dari pejabat. “Iklan layanan masyarakat tidak boleh digunakan untuk beriklan oleh pejabat,” katanya saat dihubungi. (sar).

Related Articles

Back to top button