Berita Utama

Lahan Terbatas, TPA Burangkeng Overload

Radarbekasi.id – Volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng yang berada di Desa Burangkeng telah melebihi kapasitas (Overload). Hal itu disebabkan karena keterbatasan lahan.

Luas lahan TPA Burangkeng hanya 11 hektar. Sementara, setiap harinya harus mampu menampung 750 ton sampah dari 16 kecamatan, pasar dan juga perusahaan yang ada di wilayah di Kabupaten Bekasi.

Kepla UPTD TPA Burangkeng, Maulana mengatakan, hal lain yang membuat TPA Burangkeng Overload ialah karena kondisi jalan yang sempit, dan kondisi TPA yang dekat dengan pemukiman warga.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya membuat alat perangkap apung sungai. “Kurangnya alat, masih jadi penghambat, karena saat ini hanya ada dua alat,” katanya, Selasa (18/9).

Pihaknya juga melakukan pengelolaan sampah menjadi pupuk kompos. Sejauh ini, keberadaan lokasi pengelolaan relatif mengurangi volume sampah hingga 30 persen.

“Pengelolahaan sampah menjadi kompos tergantung sampahnya, misalkan basah tidak bisa diolah, dan yang dipakai sampah pasar, kalau musim hujan tidak bisa,” jelasnya.

Terpisah, Dewan Pertimbangan Asosiasi Pemulung dan Pelapa Indonesia (APPI), Beni Tunggul mengatakan, sebentar lagi akan ada pengolahan sampah organik dan anorganik, untuk mengurangi volume sampah di TPA Burangkeng.

“Artinya, bisa berkurang ditingkat Hulu dan Hilir. Ini solusi untuk menangani Overload, tetapi tidak menggunakan teknologi tinggi,” katanya.

Untuk pengelolaannya, tergantung pendapatan para pemulung. Biasaya, dalam sehari mereka bisa mendapatkan lima ton sampah.

“Setidaknya, ini bisa mengurangin sampah, dan para pemulung bisa lebih diperdayakan,” tutupnya (pra). 

Related Articles

Back to top button