Metropolis

Warga Perumahan Pengairan Terdampak Pembangunan LRT

Harapkan Kenaikan Nilai Ganti Rugi

Radarbekasi.id – Sejumlah warga yang berada di Perumahan Pengairan, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan terdampak proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek. Pasalnya, pembangunan tersebut membuat bangunan rumah warga menjadi retak.

Warga juga terganggu dengan bisingnya aktivitas konstruksi LRT yang dilakukan di sekitar Jalan Tol Jakarta Cikampek. Pasalnya, pengerjaan dilakukan pada siang dan malam hari.

Salah seorang warga, Adi (30 mengatakan, pembangunan tersebut menyebabkan dinding dan lantai rumahnya mengalami keretakan. Ia merasa terganggu dengan hal tersebut.

“Aktivitas pekerja konstruksi kan hampir 24 jam bang, kalau malam itu udah pasti bising, terus juga kadang crane proyek sampai atap rumah kita, ngeri aja ada bahan proyek ada yang jatuh, saya sih mintanya jangan sampai bang,” katanya, Selasa (18/9).

Ia menjelaskan, hal yang yang menjadi imbas pengerjaan LRT ialah tersumbatnya saluran pembuangan di kawasan perumahan akibat limbah proyek. Adi khawatir hal itu akan menyebabkan banjir.

“Karena di belakang ini pas proyek ada pengerukan, nah akibat pengerukan dan bor mungkin buat pondasi tanahnya itu bergerak dan menyumbat saluran air di Perumahan ini, jadi air berbalik akibatnya banjir,” paparnya.

Warga lainnya, Sapto Bangun  menjelaskan, lahan dan rumah warga yang ada di Perumahan Pengairan akan dibebaskan. Namun, saat ini masih dalam proses.

Pasalnya, negoisasi nilai ganti rugi yang harus dibayarkan terhadap lahan yang di miliki warga di Perumahan Pengairan masih alot.

“Yang saya tau negosiasi Masih dalam proses, terakhir dari pihak appraisal BPN nilainya belum sesuai karena hanya dihargai Rp9,5 juta per meter, kami sempat melakukan appraisal sendiri dengan pihak yang sudah ahli bawa nilai harga jual tanah di sini sudah mencapai Rp17 juta per meter,” taunya.

Ia menyatakan, warga berharap ada kebijakan dan keadilan dalam proses pembesan lahan, Sebab selama ini warga merasa sudah tidak layak tinggal di perumahan tersebut.

“Kami warga sebenarnya ingin ada keadilan dan kelayakan, karena saat ini juga kita sudah terkena imbas dari sejumlah proyek, mulai dari bajir, dinding bangunan retak, bahkan bising yang kami dapatkan,” tutupnya. (pay)

Close