Metropolis

Keruk Rp60 Juta Perbulan dari Hasil Pungli

Empat pelaku pemerasan di kalangan sopir bermuatan barang di Jalan Raya Narogong, Kecamatan Bantargebang, ditangkap polisi pada Senin (23/9).

Dalam sebulan, para pelaku berinisial MBS (32), A (32), M (46) dan AK (34) ini mampu mengeruk keuntungan hingga Rp60 juta di tiap titiknya.

Sementara penarikan retribusi liar itu tersebar di empat titik di wilayah setempat.

“Keberadaan para pelaku sangat meresahkan masyarakat terutama para sopir truk,” kata Kepala Kepolisian Sektor Bantargebang Komisaris Siswo, Senin (24/9).

Siswo mengatakan, modus para pelaku adalah membagikan tiket retribusi berlogo pemerintah daerah dan Dinas Perhubungan Kota Bekasi.

Dengan dalih mendapat kuasa dari pemerintah daerah, mereka lalu menarik retribusi dengan nilai bervariasi di kalangan para sopir di tengah jalan.

Padahal para pelaku ini tidak mengenakan seragam dinas terkait, namun memakai seragam organisasi masyarakat (ormas) yang ada di wilayah setempat.

“Untuk truk besar setiap titiknya dikenakan Rp10 ribu, sedangkan truk boks atau kecil dikenakan biaya Rp5ribu per titik,” ujarnya.

Menurut dia, para sopir tidak berani melawan para pelaku karena takut dengan ancamannya.

Mereka mengancam, bila keinginannya tidak terpenuhi para sopir akan dilempar dari kendaraannya dan dilarang melintasi ruas jalan setempat.

“Sejauh ini tidak ada sopir yang mendapat aksi kekerasan, namun perbuatan mereka tetap merugikan korban,” ungkapnya.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Bantargebang AKP Dimas Satya Wicaksana mengatakan, kasus ini terungkap berdasarkan laporan salah satu sopir yang menjadi korban.

Saat itu, Nadi (24) melapor bahwa telah menjadi korban pemerasan oleh para pelaku di tiga titik saat mengantar barang ke salah satu perusahaan.

“Di titik pertama korban diminta uang Rp5 ribu, lalu di titik kedua dan ketiga masing-masing Rp2 ribu. Total kerugian korban Rp9 ribu,”tambahnya

Awalnya, di titik kedua dan ketiga para pelaku meminta uang Rp5 ribu, namun karena korban hanya memiliki uang Rp4 ribu maka uangnya dibagi dua.

Berbekal laporan korban, kata dia, anggota Reskrim Polsek Bantargebang kemudian bergegas ke lokasi.

Saat diamankan, penyidik menyita barang bukti berupa uang tunai hasil retribusi Rp797.500 dan karcis retribusi ilegal.

“Mereka tidak mampu mengelak, karena saat diamankan penyidik menemukan barang bukti berupa uang tunai dan karcis retribusi liar,” ujarnya.

Kepada polisi, tersangka mengaku sudah melancarkan aksinya hingga setahun. Uang hasil pemerasan itu, kata dia, digunakan untuk keperluan sehari-hari , berpesta minuman keras bahkan untuk modal nikah kembali.

“Ada satu dari empat pelaku yang menggunakan uang ini untuk modal nikah lagi,” katanya.

Dia menjelaskan, dalam sehari atau 1×24 jam para pelaku berhasil mengeruk keuntungan hingga Rp2 juta.

Bila dikalkulasikan selama sebulan atau 30 hari, di tiap titik mereka mampu mendapat penghasilan hingga Rp60 juta.

“Para pelaku ini berjaga di lokasi selama 24 jam, karena truk melintas di jalan itu juga selama 24 jam,” tandasnya.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat Pasal 368 KUHP tentang pemerasan yang bakal dihukum penjara di atas lima tahun. (kub/pjk)

Lebihkan

Artikel terkait

Close