Cikarang

Otak – Atik Gaji Kecil Guru Honorer

Radarbekasi.id – Mariam (47), harus bersusah payah mengatur keuangan agar cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pasalnya, honor yang ia dapat sebagai guru honorer di SDN 01 Sukadami, Cikarang Selatan tidak cukup memenuhi biaya hidup selama sebulan.

Bukan karena gaya hidup, tapi memang honor yang didapatnya relatif kecil. Sebagai guru honorer, Mariam hanya mendapat honor sebesar Rp400 ribu sebulan. Itupun dibayar setiap tiga atau empat bulan sekali.

Honor yang ia dapatkan tidak sebanding dengan kebutuhan hidupnya. Untuk membayar rumah kontrakan pun ia masih kekurangan.

“Saya bayar kontrakan sebulan Rp500 ribu. Honor sebulan aja belum cukup. Belum lagi buat makan dan lainnya,” katanya saat mengikuti demo tenaga honorer di Komplek Pemkab Bekasi, Senin (24/9).

Untuk menutupi kebutuhan hidupnya, janda tanpa anak ini membuka les dan mengambil pekerjaan lainnya. “Kalau enggak gitu gimana saya bisa makan. Tapi itu juga masih kurang. Jadi ada pekerjaan apa aja juga saya ambil yang penting halal,” kata perempuan yang sudah menjadi guru honorer sejak 2001 ini.

Tajudin Ahmad (48), guru honorer SDN Sukasari 05 Serangbaru juga merasakan hal yang sama. Honor Rp600 ribu yang ia terima tiap bulan belum bisa memenuhi kebutuhan isteri dan dua anaknya.

“Enggak cukup honor segitu buat kebutuhan sehari-hari. Kita harus mikir gimana caranya supaya kebutuhan sebulan bisa terpenuhi,” katanya.

Tajudin menjadi guru honorer sejak 1995. Sejak saat itu hingga kini nasibnya tidak berubah.

Ia bersama Mariam dan ribuan tenaga honorer lainnya se-Kabupaten Bekasi meminta kepada pemerintah daerah agar menaikan upahnya sesuai UMK dan mendapat jaminan kesehatan. (enr/pjk)

Related Articles

Back to top button